Ramai dan dijubeli pembeli kerap kali dijadikan indikator sebuah warung makan memiliki sajian enak. Apalagi jika disesakinya sejak jam pertama dibuka

julajuli.com

Seperti warung makan Nasi Madura di jalan Pegirian ini, pengunjung datang berangsur seolah tidak berhenti. Jika Anda sering datang ke Wisata Ampel, tidak ada salahnya mampir sejenak untuk menikmati kuliner khas Madura ini. Karena memang lokasinya yang berdekatan. Anda tinggal mencarinya di ujung jalan Pegirian di pasar dekat traffic light. Dengan jam buka sepanjang malam, warung tersebut selalu ramai untuk menemani ibadah buka serta sahur.

Tempatnya sederhana, hanya ada 4 meja panjang membentuk huruf L di bawah tenda dengan lampu-lampu neon untuk penerangan. Di luar tenda, disediakan 2 meja tidak begitu panjang sebagai tambahan. Di bagian dalam meja-meja panjang itu, ada satu lagi meja yang terlihat sibuk. Di sinilah nasi jagung, sambal dan semua lauknya ditempatkan. Ada telur rebus dan ikan tongkol, jeroan sapi seperti usus, babat, cecek hingga rempeyek udang dan belut goreng.

julajuli.com

Menurut Hamiyeh, pemilik warung, diketahui jika resep masakan dan bisnisnya merupakan warisan turun-temurun keluarga. "Gak hanya Ramadhan, tiap hari kami buka pukul 16.00 sampai Subuh. Tapi kadang pukul 1atau 2 dini hari sudah habis", katanya pada Majalah SCG dengan Bahasa Madura.

Pengunjung yang datang mayoritas memilih untuk membungkus nasi pesanannya daripada makan di tempat. "Kebanyakan datang dibungkus Mas, soalnya malas antre tempat duduk. Karena memang terbatas. Tapi kalau wisatawan Ampel, biasanya makan di sini", tambahnya sambil menyendok nasi jagung melayani pesanan.

julajuli.com

Selain bumbu dan sambalnya yang nikmat, harganya juga bersahabat. Satu porsi, harganya berkisar antara 12.000-15.000 dengan minum. Anda bisa memilih es teh, es sinom atau air mineral sebagai minuman. Jika beruntung, Anda hanya butuh bersabar sekitar 15 menit untuk menunggu giliran makan. Tapi saat pengunjung membludak, sebaiknya Anda membeli untuk dibungkus saja.