Institut Francais Indonesia (IFI) gelar konser musik istimewa sebagai penutupan rangkaian festival seni tahun ini.

julajuli.com

Disebut istimewa karena merupakan kolaborasi antara trio musisi Prancis, Ensemble Trielen, dengan kelompok musisi Surabaya, String Orchestra of Surabaya (SOOS). Lebih istimewanya lagi, konser yang diadakan pada Kamis, (2/06) di Grand Ballroom Hotel Sheraton ini merupakan perpaduan antara instrumen musik tiup dan musik gesek. Tiga jenis musik tiup yang dimainkan oleh Ensemble Trielen yaitu klarinet, obbo dan basson. Sedangkan alat musik gesek yang digunakan oleh SOOS meliputi violin, biola, cello dan musik gesek lainnya.

julajuli.com

Mengenai obbo dan basson, Philippe David (di posisi basson) mengatakan sangat jarang ada yang bisa memainkan kedua alat musik ini di Indonesia. Bahkan menurutnya hingga saat ini di Indonesia hanya ada 7 orang pemain obbo. “Berkolaborasi dengan Ensamble Trielen merupakan impian kami sejak tahun lalu. Kami waktu itu terpukau dengan penampilan mereka karena sebelumnya saya sendiri tak pernah melihat ketiga instrumen itu dimainkan secara bersamaan,” jelas Finna Kurniawan, pendiri SOOS.

julajuli.com

Lagu kolaborasi yang dibawakan oleh keduanya yaitu aransemen ulang dari instrumen milik Alexanderfest yang berjudul Concerto en Do Majeur de Haendel HWV 318. Harmonisasi antara instrumen tiup dan gesek mengalun indah dalam ruangan konser. Kejutan di akhir acara adalah kolaborasi tambahan dengan membawakan lagu khas Indonesia, Rasa Sayange dan Manuk Dadali.

“Kami ingin menyajikan acara mengenai budaya yang beragam, dan salah satunya ialah musik. Sama seperti kolaborasi musisi dua negara ini, diharapkan ke depannya dapat membawa dampak positif bagi kemajuan budaya dan pengetahuan baik bagi Indonesia maupun Prancis,” kata Veronique Mathelin, Direktur IFI Surabaya.(Naskah:Lia/Foto:Cesar)