Penilaian terhadap wajah cantik atau tampan memang relatif berbeda. Namun ada kalanya seseorang dapat dikatakan cantik oleh sebagian besar orang karena parasnya nampak sempurna. Kesempurnaan tersebut tak lain terdapat perhitungan tertentu pada proporsi wajah. Menurut dr. Arthur Swift, seorang ahli bedah plastik asal Kanada berpendapat bahwa standar kecantikan tidak memandang ras, etnis, dan budaya. Dalam waktu singkat, bukan mata manusia yang bisa mengidentifikasi kecantikan. Namun otaklah yang menerjemahkan hal tersebut bahwa wajah yang menarik akan lebih diingat.

Hal tersebut didasarkan pada konsep Matematika Kecantikan Wajah. “Konsep ini tidak baru, namun telah ada enam ratus tahun lalu berdasarkan karya Leonardo da Vinci.” ungkap dr. Junivan Lindra, Founder sekalius Head Aesthetic Doctor Clariskin. Dr. Ivan, sapaan akrab dr. Junivan,menyadari bahwa segala sesuatu yang indah di alam terdapat Golden Ratio. Penerapan Golden Ratio pada wajah memiliki banyak manfaat. Dengan alat ukur tertentu, ahli estetik sekarang mampu menghitung proporsi wajah dan menentukan perawatan apa saja yang dibutuhkan. Perawatan tersebut dikuasai dengan baik oleh dr. Ivan di Clariskin.

Dr. Ivan berguru pada dr. Arthur Swift dari Kanada dalam menekuni teknik beautiphication. Di bawah bimbingan dr. Kwon Han Jin dari Korea Selatan, ia belajar Korean Thread Lift dari pencipta Ultra V Lift ini. Ia juga memiliki sertifikasi sebagai trainer dokter kecantikan dalam bidang Korean Thread Lift, Silhouette Soft, Allergan Botox, dan Juvederm Fillers. Berkat pengalaman dan keahliannya, dr. Ivan sering menjadi langganan para artis ibukota. Mereka mempercayakan perawatan wajah dan kulit hanya pada ahlinya di Clariskin bersama dr. Ivan.

 

julajuli.com