Penampilan yang keren selalu menjadi kebutuhan. Terlebih bagi perempuan. Apa yang bisa membikin nilai tambah bagi penampilan, akan dkenakan. Salah satu pilihannya: aksesoris. Kadang tak jelas betul apakah aksesoris kebutuhan primer atau sekunder. Saat mengenakan busana yang cantik pun, terasa belum lengkap bila tak dipadupadankan dengan sematan aksesoris. So?

Pasar aksesoris pun menawarkan peluang bisnis yang menarik. Tak heran bila banyak pihak berjejal ingin mengisinya dengan beragam bentuk produk. Baik produk massal buatan pabrik maupun handicraft buatan dalam negeri. Di antara banjir produk aksesoris itu, 101 True Fashion Earth hadir memberi alternatif produk yang berbeda: berbahan alami, etnik, modern, dan kuat.

Handicraft berbasis UKM yang dibuat oleh Trully Nurul Evandiari ini murni berbahan alami, seperti kayu, batu, tulang, dan kulit kerang. “Semua bahan itu tersedia banyak di lingkungan kita,” kata ibu lima anak ini. Tuntutannya hanya bagaimana bahan alami itu bisa digarap apik sesuai ide kreatif yang ingin dituangkan. Ia menyontohkan, meski kayu tidak bisa sembarang dibentuk. “Butuh ketelitian dan ketelatenan,” tukas peraih penghargaan Pahlawan Ekonomi Surabaya 2016.

julajuli.com

Karena itu, sejak mengibarkan 101 True Fashion Earth pada 2010, ia sudah siap berbagi ilmu dan keahlian. Share keterampilan itu sudah dilakukan ke berbagai pihak dan tempat. Banyak yang tertarik dan kemudian membantunya berproduksi. Ada yang membawa ilmunya untuk berproduksi dan mengibarkan usaha sendiri. Tapi ada pula yang hempas karena kurang telaten.

Beberapa waktu tinggal di Bali untuk tugas pekerjaan, memberinya inspirasi awal. Dari situ, kuat keinginannya untuk mendirikan usaha handicraft, mundur dari profesi pegawai bank, dan kembali ke Surabaya agar bisa selalu dekat dengan keluarga. Anaknya yang kini sudah beranjak dewasa, sudah ketularan bidang usahanya.

Berfokus pada bahan alami, kreatifitasnya tak pernah henti. Nyaris tak ada bentuk yang sama dalam tiap produknya. Nuansa produknya kontemporer: alami namun tampil modern dengan sentuhan etnik. Meski dari bahan alami, proses garapnya rapi dan kuat. Produknya antara lain; bros, gelang batu, kalung batu, dan banyak model lainnya.

Produknya kuat karena tidak menggunakan lem. “Kami anti memakai lem jenis apapun. Kami hanya memakai kawat sebagai pengikat antara hiasan yang satu dengan yang lain. Hiasannya, seluruhnya dari kayu, tulang sapi, kancing, dan kawat,” tandasnya. Baginya, kawat dapat dibengkokkan, namun mudah dikembalikan ke posisi semula. Sementara lem jenis apapun, bila sudah patah, diperlukan lem lagi untuk menyambungnya.

julajuli.com

Alhasil, ketelitian seperti itu bergayung sambut dengan kesukaan konsumen. Mereka memilih produk 101 True Fashion Earth karena alaminya, bikin trendy dan modern pemakainya, dan tidak mudah patah saat dikenakan.

Tak jarang konsumen memesan dalam jumlah banyak sekaligus untuk souvenir tamu-tamu istimewanya. Ada yang membeli bijian di gerai-gerai seperti Dekranasda Surabaya, Balai Kota Surabaya, sentra UKM MERR, Museum Surabaya eks Siola, atau online via instagram @ 101 true fashion earth, fanpage @101truefashionearth, atau www.101truefashionearth.blogspot.com.

Bagi kita yang ingin berkecimpung dalam bisnis ini, juga berkesempatan untuk menjadi reseller, baik secara online maupun offline. Juga terbuka kesempatan untuk ikut berproduksi bersama 101 True Fashion Earth dan mengembangkan produk aksesoris ini secara kreatif dan variatif. Bila rencana Pemkot Surabaya membuka sentra UKM, laiknya Pasar Legian Bali atau Malioboro Jogjakarta, peluang mengembangkan usaha ini akan semakin terbuka lebar. Semoga