Biro Besar Polisi Surabaya atau dulu akrab disebut Hoofdbureau van Politie te Surabaia, telah resmi dibuka sebagai Museum Hidup Polrestabes Surabaya untuk umum, sejak Oktober 2015. Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya butuh 4 bulan untuk menyiapkan segala sesuatunya.

Polrestabes Surabaya telah mengumpulkan barang atau benda bersejarah yang terkait langsung dengan kerja kepolisian. Koleksi benda bersejarah itu mulai dari senjata, kamera, alat penyelidikan dan identifikasi, hingga miniatur ruang kerja Bapak Brimob Polri M Yasin.

Ada koleksi senjata berupa pistol jenis Lee Enfield buatan Inggris (tahun 1895). Ada pistol Leger Parabellum (buatan 1898), Shotgun Colt Doble Hammer buatan Amerika Serikat (1875). Ada juga Pistol Cold Revolver 38 (buatan 1945), SMR Bren MK III buatan Britania (1935), SKS/Coeng buatan Uni Soviet (1935) dan beberapa senjata lainnya.

julajuli.com

Selain itu, di dalam lemari kuno, ada kamera beragam usia yang dulu digunakan polisi dalam proses identifikasi. Kata Bripda Agis Dwi Andriyana, guide museum Polrestabes, kamera itu ditemukan di beberapa tempat, antara lain di gudang Polrestabes dan ruang kepolisian lainnya.

Bila ditelusuri dengan seksama, ada peralatan intel polisi pada masa lalu. Seperti, alat penyadap dan alat perekam, termasuk alat mencetak foto para tersangka serta alat pengganda. Ada baju seragam polisi istimewa zaman perjuangan, yang katanya, disumbang khusus oleh keluarga salah satu anggota Polisi Istimewa.

Ada pula seragam hibah dari Jend Sutarman (Kapolwiltabes 2005-2006), Komjen Ito Sumardi (Kapolwiltabes 2001-2003), dan Jend Bimantoro (Kapolri ke-16 pada 2000, Kapolwiltabes Surabaya 1993-1996).

julajuli.com

Museum ini menempati sebuah gedung cagar budaya peninggalan kolonial di Jl Sikatan 1 Surabaya. Kondisi bagian luar gedung 90 persen masih asli. Sementara bagian dalam yang semula banyak berubah, dikembalikan sebagaimana wajah aslinya seperti dulu.

Bila ingin mendalami lebih lanjut, Anda bisa berkunjung langsung ke museum ini. Atau bila berencana berkunjung secara berombongan, seyogyanya melayangkan surat kunjungan, seminggu sebelumnya, kepada Sium Polrestabes Surabaya, dengan menunjukkan tujuan dan waktu kunjungan.

Ketika sudah berada di lokasi, sebelum masuk museum, silakan lapor pada Provos di bagian depan. Setelah itu Anda bisa berkeliling menyaksikan semua koleksi museum. Serta jangan lupa mengisi buku tamu sebelum Anda meninggalkan lokasi museum.