Siapa yang tidak mengenal Besut? Seakan telah menjadi ikon Kota Jombang, sosok tersebut makin banyak yang mengenalinya hingga sekarang. Tetapi kondisi ini menjadi berbeda pada kesenian Jombang lainnya. Salah satunya ialah Wayang Topeng Jatiduwur. Mencoba mengenalkannya kepada khalayak yang luas, Komunitas Tombo Ati Jombang pun menggelar sebuah pementasan dengan tajuk “Wiruncana Murca”. Wiruncana Murca merupakan lakon lama yang biasanya dimainkan dalam Wayang Topeng Jatiduwur. Namun bukan sebuah lakon yang populer.

julajuli.com

“Tujuan utama kami dalam pementasan kali yaitu mendekatkan diri ke masyarakat sambil mengenalkan Wayang Topeng Jatiduwur. Tidak banyak orang yang tahu bila Jombang memiliki Wayang Topeng juga. Apalagi anak-anak mudanya. Untuk lakonnya, kami sengaja mengambil cerita Wiruncana Murca. Karena lakon lainnya seperti Patah Kudanarawangsa sudah sangat sering dipentaskan,” jelas Fandi Ahmad, Sutradara Wiruncana Murca, yang sebelumnya telah melakukan riset terhadap Wayang Topeng Jatiduwur selama satu tahun. Diadakan sebanyak lima kali pementasan, mulai Kamis hingga Sabtu, (21-23/17), area penonton yang disediakan selalu terisi penuh.

julajuli.com

Fandi mengaku jika kesulitan utama dalam proses kali ini yakni belajar gerak tarinya. “Meski sebenarnya tari Wayang Topeng Jatiduwur lebih mudah karena gerakan-gerakannya mengulang dan lebih simpel, kami merasa masih kesusahan untuk bisa luwes dalam dua bulan saja,” aku Fandi. Meski demikian, dikemas dalam bentuk yang lebih modern, pementasan produksi ke 40 Komunitas Tombo Ati tersebut berhasil menghibur para penonton melalui ‘guyonan-guyonan’ khas yang dihadirkan dalam dialog Bancak dan Doyok. Garis besar cerita Wiruncana Murca sendiri ialah tentang sebuah kesalahpahaman dalam sayembara. Bagaimana seorang Wiruncana diremehkan, tetapi ia justru bisa memenangkan sayembara tersebut.