Bila belum pernah berkunjung ke Museum Surabaya, sebaiknya Anda sempatkan mengajak anak-anak dan keluarga ke sana. Tempatnya di eks Gedung Siola Lt 1. Anda akan menjumpai banyak koleksi peninggalan, yang tidak ditemui di museum lain di Surabaya.Museum Surabaya resmi dibuka untuk umum sejak Mei 2015 lalu. Koleksinya masih sekitar seribuan barang bersejarah.  Tapi, kata Wahyudi, Kepala Seksi Promosi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Surabaya, koleksi itu akan terus ditambah seiring ditemukannya barang baru yang memiliki keterkaitan sejarah Kota Surabaya.

Anda, masyarakat umum,  juga bisa mengusulkan untuk menambah koleksi museum bila memiliki benda-benda bersejarah untuk dipajang di Museum Surabaya. Di antara benda bersejarah yang tersimpan dalam museum, seperti ada benda kuno yang sudah usang seperti buku register catatan kelahiran dan register pencatatan perkawinan (tertulis tahun 1800an). Juga buku buku-buku administrasi dinas pendapatan tahun 1921-1970. Bahasa yang dipakai dalam buku register masih menggunakan bahasa Belanda.

julajuli.com

Semua menggunakan tulisan tangan yang rapi dan kaligrafis. Catatan kelahiran dan kependudukan itu dulu digunakan oleh kantor-kantor pemerintahan saat itu. Kita bisa membayangkan bagaimana hebatnya daya ingat para arsiparis dan pegawai kantor dinas gemeente Soerabatja di jaman itu. Selain buku catatan kegiatan administrasi pemerintahan Surabaya jaman lawas, ada pula alat transportasi kota jaman dulu seperti bemo, bajaj, dan becak. Alat transportasi yang kini benar-benar sudah tak terlihat di jalanan kota. Becak pun sudah mengalami transformasi menjadi bentor (becak motor). Di sudut lain, terpajang alat-alat kesehatan.

Ada mesin rontgen, meja persalinan, kursi pemeriksaan pasien dokter gigi, termasuk kursi roda pasien yang terbuat dari kayu. Alat-alat kesehatan kuno itu, katanya, disumbang oleh beberapa rumah sakit di kota Surabaya. Dunia pendidikan juga menyumbang benda-benda kuno yang digunakan dalam proses belajar di sekolah. Ada bangku siswa yang berjajar rapi, yang jauh berbeda dengan bangku-bangku di sekolah sekarang. Tampak teknologi masa lalu yang sudah canggih, di antaranya benda-benda theodolite seperti alat ukur pembangunan gedung. Jangan heran bila di masa kolonial, gedung-gedung bangunannya sangat kokoh dan presisi, karena waktu itu sudah menggunakan alat-alat yang canggih di masanya. Tak ketinggalan Dinas Pemadam Kebakaran juga urun sumbang koleksi. Di sebuah sudut terpajang peralatan pemadam yang digunakan dari waktu ke waktu.

julajuli.com

Salah satu sudut yang menjadi favorit pengunjung adalah deretan foto Wali Kota Surabaya, mulai dari Wali Kota pertama, Mr A Meyroos, yang menjabat pada 1916 hingga 1920, sampai era Tri Rismaharini sekarang. Di sudut ini paling sering digunakan oleh pengunjung untuk berfoto selfie. Dengan adanya Museum Surabaya, Wahyudi menambahkan, warga Surabaya bisa lebih mengetahui sejarah kotanya.

Dengan adanya Museum Surabaya, Wahyudi menambahkan, warga Surabaya bisa lebih mengetahui sejarah katanya. Selain melihat koleksi benda-benda antik, di museum ini rencananya akan diisi dengan berbagai pertunjukan kesenian. "Di sini nanti ada pertunjukan musik keroncong, Jazz, Tari, drama tinggal mengatur jadwalnya saja," tambahnya. Apapun kondisinya, Museum Surabaya digadang sebagai satu tempat yang kelak dapat menjadi pusat edukasi warga. Pemerintah kota terus melakukan pembenahan terhadap museum ini. Selain sebagai pusat edukasi, museum tersebut sekaligus bisa menjadi destinasi wisata yang bernilai untuk khasanah pengetahuan warga.