Melengkapi jelajah wisata rasa di Kota Surabaya, juga perlu mampir dan menjajal menu-menu di gerai berikut. Kami merekam beberapa spot eatery yang ada. Lengkap di semua penjuru kota. Hidangannya pun beragam, termasuk suasana yang dihadirkan. Masing-masing berusaha tampil dengan kekhasannya, walau hadir bersama-sama beriring tren yang lagi merebak. Selanjutnya, terserah Anda pilih yang mana, kami hadirkan liputannya di ruang baca. Selamat berjelajah, City Explorer!

julajuli.com

1. Aiola Eatery

City Explorer, siapa sih yang tidak kenal Aiola? Ada dari tahun 2011, Aiola seolah menjadi jujugan wajib warga Surabaya untuk berkuliner ria. Berlokasi di Jalan Slamet nomor 16, tempat makan ini terletak strategis di area SMA kompleks serta beberapa perkantoran. Tak heran bila tiap waktu, Aiola selalu ramai pengunjung.

Tenant-tenant di sini dulunya merupakan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di sekitar Jalan Slamet. Lalu Aiola mengajak mereka untuk ikut bergabung berjualan di tempatnya. “Kami prihatin, para PKL ini berjualan tanpa kepastian. Sekarang bisa jualan, tapi besok gak tahu lagi. Karena kan biasanya ada operasi PKL. Selain itu, kami juga ingin ikut menyukseskan program bebas kaki lima, programnya Pemkot Surabaya,” ujar Adrie Rumeser, Operational Manager Aiola Eatery.

Meski ‘hanya’ menawarkan kuliner kali lima, namun ternyata Aiola mempunyai banyak penggemar setia. Terbukti dengan banyaknya pengunjung yang rata-rata berjumlah 1000 pengunjung tiap harinya. Yang awalnya cuma ada 6 tenant, kini bertambah menjadi 16 tenant. Salah satu tenantnya yang tersohor adalah Mie Pitik Bang Azat.

Oh ya, Aiola menggunakan sistem self service. Ini berarti Anda harus mendatangi tenant yang dipilih terlebih dahulu. Kemudian bayar di kasir. Lalu tinggal duduk dan menunggu pesanan Anda diantar. Namun terdapat tenant yang untuk mendapatkan pesanan, Anda diharuskan menunjukkan nota pembayaran. Seperti di Nasi Cumi Madura dan Nasi Kulit.

julajuli.com

2. D'Kampoeng

Mengunjungi D’Kampoeng, kita seakan diajak jalan-jalan berkeliling Surabaya. Keluar masuk kampung dengan suasana khas tradisional. Kita akan menemui rumah kuno, properti lawas, hingga perabot rumah tangga yang biasa digunakan warga kampung jaman dulu.

Bagi yang biasa kongkow di Surabaya Town Square (Sutos), tentu sudah tak asing dengan eatery yang satu ini. D’Kampoeng terletak di 1st Level Unit 17 – 19A, Jl. Aditya Warman No. 55, Sutos, Surabaya. Diantara gemerlap resto di lingkungan Sutos, eatery yang buka sejak 2010 ini menyuguhkan suasana lain dari yang lain.

Nuansa kampoeng tradisional ini sengaja dihadirkan, kata Murni Intan Sari, Marketing D’Kampoeng, untuk menjadi pilihan bagi mereka yang merindukan atau ingin menikmati suasana kampung, benar-benar kampung, tempat dulu orang-orang tua kita tinggal. Alhasil, konsep unik itu mampu menghadirkan suasana dengan setting kehidupan yang sangat berbeda dengan gemerlap modernitas kini.

D’Kampoeng mewadahi 34 tenant yang menyediakan beragam menu tradisional. Menu khas Surabaya, tersaji di sini. Sajian menu tradisi itu antara lain rujak, bubur Madura, pecel semanggi, kupang lontong, dan es dawet. Diantara menu tradisional khas Surabaya, tersedia pula menu khas daerah dari seluruh negeri.

julajuli.com

3. Embrio

Melintas di jalur padat Jalan Biliton, Surabaya, sempatkan melirik ke sisi kiri di jalan satu arah yang menghubungkan Jalan Raya Gubeng dengan Jalan Sulawesi itu. Bila pandangan Anda menangkap warna orange, itu adalah gerbang Warung Embrio. Sebagian konsumen menyebutnya Warung Orange, ini salah spot kuliner berkonsep pujasera.

Indra Anggoro, satu dari tiga pengelola warung Embrio kepada Majalah SCG memaparkan, tanggal 6 Mei 2016, warung Embrio resmi dibuka dan beroperasi melayani para pemburu kuliner di kota ini. Kabar hadirnya Embrio di kancah kuliner Surabaya segera ramai, di antaranya karena informasinya menyebar secara viral di dunia maya.

Dalam wadah Warung Embrio, di dalamnya mengusung 3 brand produk; Mama Mini Terang Bulan Vla, Takeyari Udon dan Nasi Goreng Cak Pri. Dengan ragam hidangannya hadir memberi warna bagi petualangan kuliner di Kota Seribu Taman ini.

Warung dengan ciri kuat warna Orange ini, buka setiap hari. Senin hingga Kamis buka mulai pukul 10.00 - 22.00 WIB. Sedangkan hari Jumat, buka mulai pukul 13.00 - 22.00 WIB. Sementara hari Sabtu dan Minggu, buka mulai pukul 10.00 hingga 23.00 WIB. Konsumen yang datang dominan karyawan, sementara rombongan keluarga yang datang, biasanya pada jam makam malam.

julajuli.com

4. Foodcoma

Mau aneka menu dalam sebuah tempat juga bisa Anda temui di Food Coma, di Jl Ngagel Jaya Utara no. 46 Surabaya. Food Coma menyuguhkan konsep cafetaria dengan nuansa industrial yang kental. Karena itu, berada di Food Coma, kita bisa menikmati atmosfir yang berbeda dari umumnya.

Pilihan menunya beragam sesuai yang disediakan 13 tenan dalam Food Coma. Mulai dari masakan Jepang hingga rujak-rujakan. Dari cupcake, steak, healthyfood, kopi teman hang out, hingga masakan Madura. Aneka menu yang ditawarkan, sesuai dengan selera para muda maupun keluarga.

Kenyamanan menikmati santap siang atau malam Anda takkan terganggu, bahkan dengan jumlah pengunjung mencapai 150 orang. Tapi bila dalam waktu bersamaan hadir pecinta kuliner lebih dari itu, tentu Anda terpaksa harus menunggu sejenak, silih berganti.

Hal itu bisa terjadi saat weekend tiba. Ruang indoor dan out door Food Coma kerap tak mampu menampung banyaknya pengunjung yang berjubel, utamanya pada malam Sabtu dan Minggu.

julajuli.com

5. Makmu

Baru saja dibuka pada Oktober 2016, Makmu ternyata mampu menjadi salah satu tempat makan favorit warga Surabaya. Konsep makanan dan tempat yang mumpuni berhasil menarik para penikmat kuliner maupun pecinta foto diri. Kenapa pecinta foto? Karena memang tempatnya yang ‘instagramable’ sekali. City Explorer bakal dimanjakan dengan sisi-sisi ruang yang unik.

Memasuki Makmu, terdapat dua ruangan yang akan menyapa Anda. Di sebelah kanan merupakan ruangan indoor berAC dengan konsep shabby chic. Identik dengan interior yang feminim dan motif bunga-bunga cantik, tidak heran bila ruangan ini mayoritas dipilih oleh pengunjung perempuan. Selain itu, perabot-perabot bergaya Pop-Victorian dengan kesan antic mendominasi. Seperti terlihat dari sofa dan kursi yang digunakan. Sementara itu, Anda akan menemukan ruangan tanpa AC dengan konsep industrial di sebelah kiri.

Soal menu, ada 20 tenant makanan yang bisa City Explorer pilih. Kebanyakan adalah makanan tradisional Surabaya dan Madura. Beberapa diantaranya Rujak Cingur, Nasi Madura, Bubur Madura, Tahu Petis dan masih banyak lagi. Tidak hanya makanan tradisional, di sini menawarkan pula camilan kekinian. Contohnya Martabak Mozarella Cheese. Memiliki tagline “Makmu Kiper” yang berarti MAkanan MUrah biKIn laPER, range harga makanan di Makmu mulai harga Rp 3.000,00 - Rp 25.000,00. Sedangkan untuk minumannya mulai Rp 6.000,00 - Rp 18.000,00.

julajuli.com

6. OTW Foodstreet Surabaya

Tidak membutuhkan waktu lama bagi OTW Foodstreet untuk menambah ragam khasanah kuliner di luar DKI Jakarta. OTW Foodstreet memang telah lebih dulu booming saat pertama kali dibuka di daerah Kelapa Gading , Jakarta Utara pada 2015 lalu karena namanya yang mudah diingat dan konsepnya yang kekinian. Baik dari sisi menu yang disajikan hingga desain interior yang instagramable membuat kehadiran OTW Foodstreet ditunggu-tunggu oleh pecinta kuliner di luar kota induknya. Setelah Depok, Meruya, dan Malang, kini giliran publik Kota Surabaya yang kebagian untuk mencicipi kelezatan hidangan dan berselfie ria di OTW Foodstreet Surabaya.

Memasuki OTW Surabaya, City Explorer akan dibawa untuk merasakan sensasi makan pada tempat makan yang didesain mirip dengan stasiun kereta api bangunan lawas. Kesan desain interior berkonsep industrialis tampak jelas dari fasad bangunan, dan pemilihan properti pendukung pada tempat makan yang baru dibuka pada 23 Desember 2016 lalu ini. Seperti pemilihan pijakan meja makan yang menggunakan pijakan mesin jahit, hingga impresi unfinished building tampak pada dinding yang tersusun dari batu bata dan lantai yang tidak ditegel, melainkan diplester.

Eatery yang berlokasi di Jalan Manyar Tirtoyoso nomor 90 ini menyajikan kudapan yang enak bukan hanya dari sisi rasa, tapi juga dari tampilannya yang enak dipandang mata. Sementara itu, pemilihan bangku-bangku cocok untuk pengunjung yang datang bersama rekan atau keluarga dalam jumlah banyak. Seusai Maghrib, OTW Surabaya bakal mulai ramai didatangi para pengunjungnya yang rata-rata didominasi oleh keluarga dan anak muda.

julajuli.com

7. Wakul Suroboyo

Wakul, sebuah restoran dengan konsep pujasera yang terletak di Jalan Indragiri no 3 Surabaya. Wakul sendiri merupakan kependekan dari Warung Kuliner, sebuah tempat yang menyediakan makanan dan minuman tradisional khas Surabaya sejak Januari 2015. Sesuai dengan taglinenya yaitu tempat kumpulnya makanan enak Suroboyo, pecinta kuliner Surabaya, tentu tak boleh melewatkan tempat satu ini.

Konsep dan desain tempat didominasi suasana vintage kuno. Begitu melangkah masuk, disambut oleh suasana kalem nan adem a la rumah era tahun 60an. Ditambah dominasi kayu untuk furniture dan desain interior yang terkesan minimalis. Pemilihan warna pada interior dengan gradasi krem, kuning dan cokelat semakin menambah nuansa nyaman untuk bersantap kuliner di sini.

Dengan kapasitas hingga 200 orang, Wakul memiliki atmosfir kekeluargaan yang erat. Terlihat pada banyaknya meja dan kursi besar yang sengaja dikonsep untuk berkumpul beramai. Di sini juga ada area Roof Terrace di lantai 2 dengan kapasitas 60 orang yang dapat diakses pengunjung mulai sore hari. Pengunjung dapat menikmati hembusan angin sambil memandang suasana lalu lintas Jalan Indragiri.

Pilihan makanan di Wakul Suroboyo sangat beraneka ragam. Terdapat 23 jenis gerobak makanan dengan varian yang bermacam-macam. Mungkin bagi pengunjung tak asing mendengar nama beberapa stand seperti Mie Kluntung Pak Mitro dan Nasi Campur Bu Nanik. Wakul Suroboyo menawarkan pula menu spesial antara lain Sup Rempah Sehat, Sate Daging Sapi, Nasi Krawu, dan Gule Sapi. Sementara itu, pilihan menu tradisional khas Surabaya lainnya adalah Kupang Lontong, Semanggi, Lontong Balap, Rujak Cingur dan masih ragam masakan lainnya.