Bagi Anda yang kerap melewati bilangan Pucang mengarah ke perempatan Kertajaya, tentu tak asing dengan deretan permak jeans, doctor jeans, dan kios jasa penjahitan lainnya. Mereka sudah lama menawarkan jasa di sana, entah sejak kapan. Namun para penjahit di kawasan itu telah memulai sesuatu, memicu perbincangan, dan menjadi jujugan warga kota untuk urusan permak pakaian.

Para penjahit itu telah meraih hasil yang lumayan, hingga kemudian krisis moneter negeri ini menghantam proyeksi usaha mereka. Yang semula tampak berjaya, tumbang juga karena resesi. Sebagian pulang kampung, sebagian lagi tetap bertahan menghadang tantangan.

Mereka yang masih bertahan, kemudian tinggal di sekitar daerah Pucang dan sekitarnya. Mereka membuka jasa jahitan di tempat tinggalnya masing-masing. Ada yang di Pucang Anom, Pucang Adi, Pucang Arjo, dan Juwingan Surabaya. Lambat laun para penjahit itu berkumpul dan membentuk kelompok IKM (industri kecil menengah).

Seperti diceritakan Sutrisno, Ketua IKM Kampung Penjahitan Pucang, sejak sekitar 2008, para perajin itu membentuk organisasi dan mulai mengembangkan usahanya secara bersama-sama. Jasa melayani pesanan-pesanan dari pelanggan tetap dilakukan, sekaligus berusaha mengembangkan usaha bersama dengan berbagai produksi baru.

julajuli.com

Kini, perajin yang targabung dalam kelompok IKM Kampung Unggulan Penjahitan di kawasan Pucang Surabaya berjumlah 15 orang. Mereka tersebar di RW 5, RW 8 dan RW 10, Kelurahan Kertajaya, Kecamatan Gubeng Surabaya. Diantara para anggota, 5 diantaranya spesialis bidang penjahitan. Selebihnya ada yang menekuni bordir, handycraft, dan sulam.

Namun seiring waktu, katanya, masing-masing anggota saling melengkapi keahlian. “Penjahit melatih perajin handycraft dan sulam, begitu pula sebaliknya,” terangnya. Hal itu ditempuh, agar masing-masing anggota bisa saling mendukung bila saja ada pesanan banyak yang harus dikerjakan bersama-sama.

Di kampung penjahitan ini, kebutuhan Anda akan jasa penjahitan busana pria maupun wanita dengan kualitas jahitan yang rapi akan terlayani. Kampung ini juga memberikan inspirasi kepada konsumen mengenai desain busana pria maupun wanita terupdate.

Berbagai produk handycraft yang bisa Anda temui antara lain dari sisa-sisa kain yang sudah tak terpakai, yang dirangkai dan dibentuk dengan ketelatenan sehingga menjadi produk yang mempunyai seni dan manfaat. Seperti kotak tissu, dompet, kotak pensil, pelindung kulkas, magiccom, dan galon, dan banyak lainnya.

Diakui, hasil jahitan perajin di kampung ini tidaklah sama dengan hasil konveksi. “Bahkan kami tidak mau menerima pesanan sebagaimana pesanan ke konveksi. Kami menjaga kualitas. Hasil jahitan kami halusan, tidak sama dengan garapan konveksi,” ia menegaskan.

julajuli.com

Selain melayani pesanan jahitan warga sekitar, anggota IKM Kampung Penjahitan ditantang untuk memproduksi kreasi jahitan yang lebih istimewa dan berdaya saing, baik model maupun harga. Seperti yang dimimpikan oleh Budiarti, Sekretaris IKM Kampung Penjahitan.

“Kalau baju buatan artis kok gampang terkenal. Saya kan juga ingin berkembang. Saya rasa hasil produksi saya tidak kalah dengan rancangan model artis-artis itu. Karena itu, dukungan dari semua pihak semoga bisa mewujudkan cita-cita saya dan mungkin juga cita-cita para penjahit di sini semua,” cetus perajin jahitan yang meraih penghargaan sebagai IKM yang paling produktif di Surabaya.

Perkembangan dialektis perajin jahit di kampung penjahitan ini pun kerap menjadi bahan studi yang menarik bagi dunia akademis. Banyak mahasiswa dari ITS, Universitas Negeri Surabaya, Unair, sering menyambangi kampung ini untuk mendalami studi penelitian mereka yang berkaitan dengan industri kecil menengah di kampung-kampung di Surabaya.

Bagi yang ingin menyaksikan langsung bagaimana kehidupan kampung penjahitan ini, Anda bisa langsung berkunjung ke rumah Budiarti di Jl. Pucang Arjo Gang Buntu No. 3, Kel. Kertajaya – Kec. Gubeng, Surabaya, Telp. 0821 4242 7220. Atau mengunjungi tempat Sutrisno, di Jl. Pucangan 3 No. 111, Kel. Kertajaya – Kec. Gubeng, Surabaya, Telp. 0821 3227 1643.