Olah badan sangat banyak ragamnya, semata demi mendapatkan badan yang sehat kita dituntut untuk melakukan gerakan olahraga secara rutin. Gerakan olahraga mulai dari yang sangat ringat, seperti jalan sehat, hingga gerakan-gerakan yang ekstrim dilakukan. Freeletics, belakangan mulai naik daun. Peminatnya kian merebak, dari orang biasa hingga artis ibukota. Setidaknya, artis Andini Aisyah Haryadi, atau yang akrab disapa Andien, penyanyi Indonesia beraliran jazz, pun terekam menekuni freeletics. Sebenarnya apa freeletics itu? Kenapa banyak yang menggemari fun sport yang satu ini?

Gerakan-gerakan yang mereka lakukan selalu diawali dengan pemanasan, gerakan-gerakan sederhana seperti peregangan menarik tangan tinggi-tinggi ke atas, hingga peregangan semua otot-otot tubuh. Semata untuk menghindari cedera yang mungkin mendera. “Perbedaan freeletics dengan olahraga yang lain terletak pada alat. Di cabang freeletics tidak menggunakan alat. Hanya mengandalkan beban tubuh saja. Dan itu yang membuat freeletics bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja,” terang Marvin Sapulete, yang kerap disapa Moxxie oleh teman-temannya.

julajuli.com

Lebih dari 20 orang tampak bersama-sama berlatih pagi itu. Dengan kostum olahraga sekadarnya, beberapa melengkapi diri dengan sarung tangan. Anggota komunitas Freeletics Surabaya berkumpul dan berlatih. Secara rutin mereka berkumpul 2 kali dalam seminggu.

Berdiri sejak 28 Juni 2014, komunitas olahraga yang mengandalkan berat badan ini cukup intensif membangun interaksi. Aktivitas yang biasa dilakukan saat berkumpul, yang wajib latihan bareng. “Kadang juga jalan bareng. Selain latihan biasanya lari bareng, renang, ataupun sekedar nonton bareng,” tambah Moxxie lagi. Jadwal rutin latihan freeletics setiap hari Rabu jam 7 malam dan hari Minggu jam 7 pagi.

Tempat latihan biasanya berpindah-pindah, di Lapangan KONI di kawasan Kertajaya, atau di kawasan apartemen di sekitar jalan MERR. Pernah pula ditawari berlatih di sebuah mall.

Bagaimana komunitas sehat ini terbentuk dari mulanya? Moxxie mengatakan terbentuk dari iseng. “Mulai dari iseng-iseng scroll down instagram. Dan tanpa sengaja menemukan akun instagram Andien yang sedang pamer olahraga baru. Dari situ mulai browsing kemudian menemukan website -nya freeletics,” urai pria 30 tahun ini.

julajuli.com

Dan terus searching di youtube seputar freeletics, juga menemukan gerakan-gerakannya. Terus berlanjut menemukan forumnya di kaskus, bahkan ada aplikasinya juga. Total anggota Freeletics Surabaya sampai sekarang sebanyak 189 orang terdaftar. Walaupun yang sangat aktif jumlahnya tak lebih dari 50 orang. Komunitas ini tetap terbuka bagi siapapun yang ingin bergabung. Cara gabung menjadi member komunitas ini sangat sederhana, cukup datang dan ikut latihan sedikitnya sebanyak 3 kali, sudah bisa bergabung.

“Cara joint -nya, bisa langsung datang kalau lagi latihan. Bawa matras, air  minum, handuk kecil, dan sepatu olahraga. Joint -nya gratis. Kalau udah jadi member baru ada iuran dan itupun tidak mahal. Dana dari uang iuran itu akan digunakan untuk beli obat dan develop alat,” urai Moxxie, yang juga karyawan swasta. Untuk informasi lengkap seputar freeletics Surabaya, infrmasinya bisa diakses di kanal-kanal; Instagram: @freeleticssub, Twitter: @freeleticssub, Facebook: Freeletics Surabaya, juga melalui Line: @freeleticssub.

Selain di Surabaya, komunitas ini juga berkembang di beberapa kota besar di tanah air. Seperti di Jakarta, Bandung, Makassar, Palu, Samarinda, Kediri, dan Malang. Antara komunitas yang satu dengan yang lain terhubung satu sama lain. “Jadi misal, ada teman dari freeletics dari suatu kota, akan diterima dengan baik,” imbuh Moxxie, yang mengaku bergabung dalam Freeletics Surabaya sejak dua tahun lalu. Persaudaraan bagi mereka hal penting, mereka bangun melalui media freeletics.