Sekitar 150 rumah warga Kampung Gadukan, Kelurahan Bozem Morokrembangan, Kecamatan Krembangan Kota Surabaya, nampak terlihat berbeda dari biasanya. Ratusan rumah tersebut di cat berwarna-warni serta di mural dengan gambar tokoh-tokoh legendaris maupun tipografi parikan khas Surabaya. Kampung yang terletak di sisi danau buatan yang berfungsi sebagai waduk itu kini menjadi Kampung Parikan setelah diresmikan pada Kamis, (1/03). Uniknya, kampung tersebut juga terlihat secara jelas dari tol yang menuju Tanjung Perak.

julajuli.com

“Saya membayangkan Kampung Gadukan ini dengan kampung Willemstad Curacao yang berada di Karibia Selatan. Secara tersamar dua kampung ini memiliki kesamaan, yaitu sama-sama berada di dekat perairan. Jika kampung Gadukan berada di tepi waduk Bozem Morokrembangan, maka kampung Willemstad berada di tepi laut Karibia yang sangat cantik,” ujar Erwin Poedjiono Tirtosari, Ketua Tim Kreatif Kampung Parikan Morokrembangan.

julajuli.com

Pada peresmiannya yang bertajuk ‘Manunggaling Dwi Budoyo’, Kampung Parikan mencoba menggabungkan dua budaya sekaligus, yaitu Budaya Jawa dan China. Hal tersebut di aplikasikan melalui gambar mural yang menghiasi tembok rumah warga serta beberapa kesenian yang ditampilkan pada peresmian Kampung Parikan. Seperti Kesenian Barongsai dan Tari Remo. Hal itu dimaksudkan agar kampung yang didominasi oleh keturunan Jawa dan China tersebut dapat harmonis serta saling terbuka terhadap budaya masing-masing. (Naskah:Faris/Foto:Ulfa)