Kala kita melintas di kawasan Jalan Gubernur Suryo, mulai belok kanan hingga di ujung, persimpangan dengan air mancur, akan kental sekali suasana tempo dulu. Ini terbangun karena bangunan masa lalu yang masih tegak berdiri di sekitar kawasan tersebut.

Jalan raya itu pun sangat bersejarah, merupakan peninggalan karya Herman Willem Daendels, sebagai Gubernur Jenderal Hindia-Belanda. Di jaman itu pembangunan jalan yang menghubungkan Anyer dan Panarukan diantaranya melintas depan kantor Pos itu hingga ke kawasan Darmo.

Jalan yang menghubungkan sisi Barat ke Timur Pulau Jawa tersebut juga dikenal dengan nama Grote Postweq (Jalan Raya Pos). Hal ini berhubungan dengan fungsinya menjalankan tugas Pos. Seperti diketahui jaman itu peran Pos cukup vital, terutama dalam mendistribusikan berbagai barang.

Kantor Pos Simpang itu diyakini sebagai kantor pos pertama di Surabaya. Kantor yang berlokasi di Jalan Taman Apsari No. 1, Kelurahan Embong Kaliasin, Kecamatan Genteng, Kota Surabaya. Tepat di pojok Timur Laut dari Taman Apsari, keberadaan masih terkait dengan Residentiehuis. Atau yang sekarang dikenal dengan nama Gedung Grahadi.

julajuli.com

“Ketika gedung tersebut pertama dibangun, fasadnya menghadap ke sungai Kalimas (Utara). Di belakangnya seperti layaknya kediaman para petinggi kolonial, terdapat istal dan gudang tempat makan kuda. Ketika HW. Daendels menjabat sebagai Gubernur Jenderal Hindia Belanda, ia memerintahkan untuk merenovasi bangunan tersebut,” terang Adrian Perkasa, S. Hub. Int, S. Hum, M.A.

Maka, Residentiehuis yang dikenal juga dengan tuinhuis itu pun direnovasi menjadi bangunan kolonial bergaya Indische Empire, dari semula berarsitektur Oud Holland Stijl. Fasadnyanya pun dirombak menghadap ke Selatan. Konsekuensinya, halaman belakang terpaksa terpotong, kemudian dibuat jalan. Hal ini menyebabkan sebagian sisa halaman belakangnya menjadi terpisah dengan lahan yang ditempati gedung tersebut.


“Pembangunan Kantor Pos ini cukup cepat, cuma 2 tahun,” terang anggota Tim Ahli Cagar Budaya Jawa Timur ini. Beberapa referensi menyebutkan, gedung ini dirancang oleh Ir. W. Lemei, dibantu staffnya, H.A. Breuning, dari Landsgebouwdienst (Jawatan Gedung-Gedung Negara). Konon, bangunan satu lantai ini dirancang dengan arsitektur yang khas dengan pelat kuningan pada dinding luar.

Referensi lain menyebutkan, karena lokasi berdirinya kantor pos berada di kawasan yang pada zaman dulu masyarakat menyebutnya dengan Simpangstraat, maka sampai sekarang lebih dikenal sebagai Kantor Pos Simpang. Dulu disebut Postagentschapskantoor te Simpang, Surabaya. Kini kantor Pos Simpang telah ditetapkan sebagai Bangunan Cagar Budaya, sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Walikota Surabaya Nomor 188.45/004/402.1.04/1998 dengan nomor urut 54.