Keterbatasan lahan disekitar rumah bukan menjadi sebuah hambatan dalam menanam sayuran. Kampung Edukasi Sampah RT.23 Kelurahan Sekardangan Sidoarjo pun tidak tinggal diam dengan keterbatasan lahan yang ada. Para kader lingkungan melakukan langkah inovasi dengan melakukan budidaya tanaman sayuran menggunakan media hidroponik. Edi Priyanto, Ketua RT.23 Sekardangan, mengatakan bahwa menanam sayuran menggunakan media hidroponik tak hanya menjadi solusi atas keterbatasan lahan namun hasilnya juga tidak kalah bagusnya dengan sistem pertanian konvensional.

“Prinsip pertanian menggunakan hidropik ini adalah budidaya tanaman yang tidak lagi menggunakan tanah sebagai media tanam, tetapi memanfaatkan air yang telah diberi nutrisi untuk tanaman”, jelas Edi. 

julajuli.com

Ia menambahkan jika keunggulan budidaya hidroponik ini di antaranya adalah media tanam yang digunakan bukan tanah sehingga keadaan sayuran tanpa pestisida, lebih mudah memberi komposisi nutrisi atau makanan bagi sayuran yang tepat dan yang lainnya. Sehingga nilai jual hasil tanaman hidroponik lebih tinggi dibandingkan sayuran yang ditanam di media tanah.

Kampung Edukasi Sampah RT.23 Sekardangan, sendiri saat ini telah membudidayakan aneka macam sawi putih, sawi pahit, pakcoy, aneka jenis selada, pagoda, kangkung, bayam serta beberapa jenis sayuran lain untuk ditanam menggunakan media hidroponik. Bahkan penghargaan atas budidaya sayuran menggunakan hidroponik juga telah berhasil disabet oleh Kampung Edukasi Sampah RT.23 Sekardangan, Kampung ini meraih juara pertama dalam satu kompetisi lomba budidaya sayuran menggunakan media hidroponik yang diselenggarakan oleh Pipa Power PVC Sidoarjo 2018.