Komposisi usai menggelar acara Kelana Surabaya pada Jumat, (11/5), dan Sabtu, (12/5). Bekerja sama dengan komunitas di Surabaya, di antaranya Sub Walker, Analog Surabaya dan Pertigaan Map, Kelana Surabaya tidak hanya diikuti oleh puluhan photography enthusiast tapi juga kawula muda yang ingin mengenal lebih dalam tentang seluk beluk kota pahlawan ini. Dengan tiga pilihan rute yang disediakan, yaitu Europe, Arab dan Chinese Quarter para peserta tur diajak untuk mengetahui sudut-sudut menarik yang jarang diketahui.

julajuli.com

Dalam Chinese Quarter misalnya, peserta terlebih dahulu berkumpul di Taman Sejarah sebelum memulai eksplorasi Pasar Pabean. Di Pasar Pabean, terlihat beberapa peserta asyik berinteraksi dengan para pedagang. Setelah dari pasar, peserta berjalan melewati gang-gang kecil menuju Klenteng Hong Tiek Hian untuk menikmati pertunjukkan Wayang Potehi. Hingga akhirnya sampai di bangunan tua berlantai dua yang ada di sudut Jalan Kembang Jepun untuk melihat barber shop tertua di Surabaya, Shin Hua.

julajuli.com

Adhitya Rahardja, salah satu founder Komposisi mengatakan meskipun Surabaya bukan kota wisata tapi ada sisi lain yang menarik untuk dijelajah. “Kami ingin menunjukkan kalau Surabaya bukan hanya tentang pusat perbelanjaan, tapi ada jejak sejarah yang menunjukkan identitas kota ini pada jaman dahulu”, tutur Adhit. Kelana sendiri adalah sebuah program bulanan dari Komposisi dimana partisipan tidak hanya berburu foto, namun sekaligus belajar mengenai sejarah tempat yang dikunjungi dengan berjalan kaki yang dipandu oleh guide. Sampai saat ini Kelana telah dilaksanakan di Kota Jakarta dan Surabaya.