Salah satu rangkaian acara dalam gelaran Surabaya Design Summit (SDS) 2018 adalah Pameran Arsip Perusahaan Klise ELKA. Diselenggarakan dari 10-31 Mei di C2O Library & Collabtive, ELKA adalah perusahaan pembuatan klise yang telah berdiri sejak tahun 1949 dan masih beroperasi hingga sekarang. Nama ELKA (L.K.) sendiri merupakan penghormatan kepada sosok Lie Kam Hong, generasi pertama keluarga yang membawa keahlian pembuatan klise dari Hong Kong. Selama 69 tahun lebih beroperasi, CV ELKA telah memproduksi beragam desain label dan etiket produk. Mulai dari kecap sampai limun, dengan rancang grafis dan tipografi yang sangat khas.

julajuli.com

Lie Kam Hong, sang pendiri, memulai usaha pembuatan klisenya di Yogyakarta dan Solo. Seiring berjalannya waktu, usaha ini kemudian diteruskan oleh adiknya di Surabaya dan dikelola hingga kini oleh Hendro, yang merupakan generasi ketiga dari keluarga pembuat klise tersebut. Melalui arsip-arsip yang dimiliki ELKA, berupa desain label dan etiket produk, kita diajak untuk melihat Surabaya dalam perspektif jejaring ekonomi rakyat yang tumbuh di masa lalu. Seperti ketika sebuah pabrik limun di Jombang dan Manado berbagi selera desain yang sama.

julajuli.com

Sementara itu, SDS merupakan transformasi dari Design It Yourself Surabaya (DIYSUB), sebuah konferensi desain internasional yang telah digelar lima kali setiap tahunnya selama 2011-2015. Di helatan keenam, SDS mengangkat tema “Inter-Lokal” untuk menjelajahi gagasan mengenai keterhubungan dan jaringan. SDS digelar untuk menjadi tempat berbagi informasi dan pengetahuan, bertukar pikiran dan pendapat sebagai upaya membangun pemahaman kritis atas berbagai praktik desain dalam kaitannya dengan dinamika sosial, budaya, ekonomi, teknologi, politik, dan ekologi yang lebih besar.