Indonesia memiliki tradisi panahan tradisional yang berbeda dengan gaya panahan modern. Adalah jemparingan, seni memanah tradisional khas gaya Mataram Yogyakarta.

julajuli.com

Jemparing sendiri dalam bahasa Jawa berarti panah. Yang membuatnya berbeda adalah bentuk busurnya yang sederhana, terbuat dari kayu atau bambu. Pemainnya juga biasa menggunakan pakaian tradisional, yakni kain jarik serta kebaya.

julajuli.com

Akhir-akhir ini olahraga tradisional ini kembai diminati. Banyak komunitas tumbuh di Surabaya, rutin berlatih tiap minggu. Takjarang mereka menggelar latihan bersama. Mereka menyebutnya Gladen Alit untuk pertandingan area kecil Surabaya. Sedangkan Gladen Ageng, digelar biasanya untuk area yang lebih besar, seperti tingkat Provinsi.

julajuli.com

Cara bermain panahan tradisional ini juga unik. Tidak dimainkan dengan berdiri layaknya panahan modern, mereka bersimpuh duduk di tanah. Target sasarannya berbentuk balok panjang sekitar 30 cm.

julajuli.com

Poin terbanyak diraih jika anak panah berhasil mengenai bagian ujung atas yang diberi warna merah. Kalau tepat mengenai sasaran, lonceng yang disematkan pada balok sasaran ikut berbunyi yang memberi sinyal kepada pemanah, dia berhasil mengenai sasaran.

julajuli.com

“Bukan sekedar permainan, Jemparingan bisa untuk untuk melatih ketajaman mata dan konsentrasi. Keberhasilan memanah biasanya tergantung pada suasana hati”, ujar Heru, Ketua Persatuan Panahan Tradisional Indonesia Jawa Timur. Bagaimana, Tertarik bergabung dengan permainan yang melatih kesabaran dan konsentrasi ini?