Beragam pendekatan dilakukan untuk membantu masyarakat yang kurang beruntung agar dapat mengembangkan keterampilan dan kepercayaan diri, guna mendapatkan pekerjaan dan memperbaiki kehidupan mereka. Memanfaatkan teknologi terkini juga bisa menjadi opsi, seperti yang dilakukan oleh Julie Ann Lambourne, pendiri EnVizion.

julajuli.com

Pada acara demo yang diadakan di Koridor Coworking Space pada Rabu, (4/7), Julie dan timnya mendemonstrasikan film melalui teknologi virtual reality. Teknologi ini diberi nama Virtual Reality Bus dan merupakan yang pertama di dunia. Ada tiga film yang berdurasi masing-masing sekitar 25 menit dengan jalan cerita yang berbeda-beda sesuai dengan bidang pekerjaan seperti tambang, pertanian, kesehatan, dan pekerja konstruksi.

julajuli.com

Proyek virtual reality ini mulanya diterapkan pada penduduk asli di Australia Utara agar mereka dapat memanfaatkan kekuatan inovasi dan teknologi digital guna mengatasi kesulitan-kesulitan yang ada. Julie Ann Lambourne mengatakan program ini dibuat untuk membantu mereka berpikir secara berbeda. “Serta memacu mereka untuk melihat karir dari sudut pandang yang lain secara emosional, sehingga diharapkan bisa meyakinkan mereka bahwa diri mereka bisa”, ujar Julie. (Foto:Tio)