Kerja seharian, tambah jam lembur, capek, lalu besok pagi sudah harus kembali melanjutkan kerja. Kira-kira butuh waktu berapa jam untuk istirahat dan di mana? Jangan-jangan tidak sempat nyenyak tidur karena sudah diburu harus menyelesaikan projek. Bila demikian, hotel kapsul bisa menjadi pilihan tempat menginap yang bagus. Hanya untuk tidur dan harganya murah.

Hotel kapsul seperti itu sudah bertumbuh di Surabaya. Beberapa hotel kapsul seperti Tab Capsule Hotel, My Studio Hotel, dan Livinn Hostel bisa City Explorer jadikan alternatif referensi. Plus hotel kapsul yang ada dekat dengan destinasi wisata alam, seperti Woodlot Hostel di Malang dan Grand Whiz Hotel Trawas di Mojokerto.

julajuli.com

1. My Studio Hotel

Muncul sebagai hotel pertama dengan konsep penginapan kapsul di Surabaya, My Studio Hotel ternyata berhasil memikat para turis lokal bahkan internasional. Hotel yang berlokasi di Jalan Sumatera tersebut terinspirasi dari hotel-hotel kapsul di Jepang. Karena lahan yang semakin sempit, maka di Jepang makin banyak dibangun hotel kapsul dengan ruang kamar yang kecil dengan fasilitas minimalis. Konsep ini pun dibawa ke Surabaya.

“Owner kami punya hobi keliling luar negeri. Ketika ia berada di Jepang, ia pikir bila konsep hotel kapsul cocok juga untuk Surabaya. Jadi dibangunlah My Studio Hotel. Sudah ada sekitar dua tahun dan sampai sekarang respon dari para tamu dengan konsep hotel yang baru ini positif. Meski awalnya tamu, terutama tamu lokal, yang masih merasa ragu,” ujar Hadi Patiran, Supervisor My Studio Hotel.

Yang menjadi nilai tambah dari My Studio Hotel adalah lokasinya yang sangat strategis. Hanya dengan jalan kaki, City Explorer dapat menjangkau Stasiun Kereta Api Gubeng, Grand City, Plaza Surabaya, Monumen Kapal Selam, WTC serta beberapa destinasi menarik lainnya. Selain itu, beberapa fasilitas seperti kasur, memiliki standar seperti kasur yang digunakan oleh hotel bintang 3.

“Bukan berarti dengan harga yang murah, fasilitas yang kami sediakan juga seadanya. Dengan rate mulai Rp 150.000,00, tamu sudah mendapat kasur yang nyaman, soket listrik dengan standar internasional, meja lipat, lalu free breakfast, air mineral, wifi, perlengkapan mandi serta ada teh dan kopi yang tersedia selama 24 jam. Dan ada loker yang terletak di bawah tempat tidur dengan keycard access, yang keamanannya lebih terjamin. Kami selalu berusaha menjaga kualitas hotel agar tamu yang datang puas,” tambah Hadi. Yang terbaru, My Studio Hotel menambah fasilitasnya, yaitu rental sepeda yang bisa City Explorer gunakan untuk berkeliling Kota Pahlawan.

Dengan kapasitas 64 kapsul yang terbagi di tiga lantai, terdapat dua jenis kamar yang bisa City Explorer pilih. Yakni single dengan ukuran 100x200 cm dan double yang berukuran 140x200 cm. Tidak hanya di Surabaya, My Studio Hotel hadir pula di Medan. Bahkan dalam waktu yang dekat, My Studio Hotel akan menambah lagi propertinya di kawasan Juanda. Hadi mengatakan bila lokasinya juga strategis di antara Terminal 1 Juanda dan Terminal 2 Juanda serta dekat dengan rumah makan tersohor dari Surabaya.

julajuli.com

2. Tab Capsule Hotel Kayoon

Sudah merasakan menginap di hotel dengan model capsule room? Bila ingin merasakan nuansa sama seperti di Jepang, cobalah Tab Capsule Hotel di Jl Kayoon Blok B no. 11 Surabaya. Di hotel ini, seluruh kamar mengusung capsule sebagaimana yang digunakan hotel capsule di Jepang.

Frangky Tanimena, Owner Tab Capsule Hotel Kayon, mengatakan memang menyuguhkan nuansa kamar hotel dalam bentuknya yang asli sebagaimana di negeri aslinya. Perkembangan teknologi capsule room kini sudah semakin bagus, nyaman, full entertain. Sangat cocok bagi Anda yang ingin melepas penat sehabis seharian beraktifitas dan hanya ingin tidur.

“Kamarnya unik, privat, nyaman, mewah, lengkap dan canggih fasilitasnya,” jelas Frangky. Bentuknya memang sangat berbeda dari kebanyakan room hotel yang ada. Tab Capsule Hotel menyediakan 72 capsule room, 8 diantaranya double bed dan 64 lainnya single bed.

Konsep capsule room seperti ini, paparnya, dihadirkan sebagai alternatif bagi pebisnis maupun traveler yang datang di Surabaya hanya butuh tidur. “Padatnya aktifitas hingga seharian, kadang pebisnis hanya butuh tidur. Karena itulah konsep hotel ini memberi alternatif yang sangat cocok untuk kebutuhan seperti,” paparnya.

Harganya juga sangat bersahabat. Single bed dipatok hanya Rp 150 ribu. Member bisa mendapat diskon menjadi Rp 135 ribu. Bahkan bila bisa menunjukkan tiket pesawat atau kereta api, Anda bisa mendapat harga Rp 125 ribu. Harga spesial itupun bisa Anda dapatkan bila memilih double bed, dari harga normal Rp 245 ribu. Fasilitas di tiap kamar antara lain; ac, tv, colokan USB, headset, colokan listrik, dan pemutar film. Semua perangkat tersedia dalam kamar capsule a la astronot itu.

julajuli.com

3. Livinn Hostel

Serasa seperti di rumah sendiri. Kira-kira itulah kesan pertama yang City Explorer akan rasakan saat menginap di Livinn Hostel. Suasana hostel yang tenang, berada di area permukiman karena memang bangunan ini dulunya adalah rumah, dan jauh dari suara riuhnya Surabaya yang padat padahal letaknya di pusat kota.

Tepatnya ada di Jalan Gubeng Pojok nomor 5. Untuk menemukan Livinn Hostel bukanlah hal yang sulit. Posisinya yang dekat dengan Stasiun Gubeng bisa ditempuh hanya dengan berjalan kaki. Anda juga dapat mengunjungi beberapa tempat wisata di tengah kota yang bisa dijangkau dengan berjalan kaki, seperti Monumen Kapal Selam dan Balai Pemuda.

“Kami lebih mengutamakan kenyamanan dan memastikan semua pengunjung bisa beristirahat dengan maksimal disini. Itulah mengapa kami tidak banyak memajang aksesoris di dinding-dinding ruangan”, kata Hadi Patria, supervisor Livinn Hostel Surabaya. Dengan desain interior minimalis, ditambah unsur alam yaitu taman kecil di bagian belakang, yang sekaligus difungsikan sebagai area bermain pingpong meja yang bisa digunakan bersama pengunjung lain.

Total ada enam ruangan di Livinn Hostel yang keseluruhannya berisi 64 tempat tidur susun. Terletak di bangunan dua lantai, ada juga dua tipe kamar yang tersedia: single dan double. Dengan harga mulai dari Rp 135.000 nett, sejumlah fasilitas pendukung ini bisa dinikmati, diantaranya sarapan, wifi, kamar mandi, dan free shuttle dari bandara, terminal, dan beberapa titik atraksi di Surabaya. Livinn Hostel juga melengkapi dirinya dengan fasilitas tur ke Gunung Bromo dan Kawah Ijen. 

julajuli.com

4. Woodlot Hostel

Terletak di jantung kota Malang, Woodlot Hostel menjadi salah satu jujugan menginap para turis baik domestik maupun mancanegara. Bila dibilang strategis, bisa jadi jawabannya iya. Untuk menuju Woodlot Hostel ini bisa ditempuh dengan berjalan kaki dari Stasiun Kota Malang. Tak hanya itu, hostel yang buka akhir 2017 lalu ini juga berdekatan dengan pusat kota, alun-alun kota Malang.

Mengusung desain interior yang mirip dengan namanya, bisa ditebak tema apa yang coba dihadirkan oleh Woodlot Hostel. Sudah pasti kayu. Dari bagian lobby sampai kamar mandi, bahkan tempat tidur tak luput dari nuansa kayu. “Konsepnya dari kayu, jadi kita pingin buat satu tempat hunian buat backpacker dengan konsep dormitory, dengan nuansa modern minimalis kayu”, ungkap Salim Wijaya, Manajer Woodlot Hostel.

Berbeda dengan hostel kebanyakan, area lobby disini didesain cukup besar. Selain karena menyatu dengan area pantry dan area makan, Woodlot Hostel memang didesain untuk dapat menampung tamu dalam jumlah yang cukup banyak. Bangku-bangku kayu berjajar, beberapa kursi tinggi yang menghadap jalanan kota Malang, serta sofa di bagian depan memang dimaksimalkan untuk menunjang kenyamanan.

Sedangkan untuk area kamar sendiri yang ada di lantai dua, tersedia 26 private bed. Di bagian bawah tempat tidur susun dua lantai ada loker yang bisa digunakan untuk menyimpan tas maupun koper berukuran sedang. Bila barang bawaan tak muat, Anda bisa menitipkannya di lobby yang dijaga oleh resepsionis selama 24 jam. Ada juga ruang santai yang bisa digunakan untuk sekedar duduk-duduk maupun bercengkrama dengan pengunjung lain yang tak luput dari sentuhan kayu.

Dengan harga menginap yang cukup terjangkau, mulai dari Rp 110ribu nett untuk weekday, dan Rp 125ribu di akhir pekan, hostel yang ada di Jalan MGR Sugiyopranoto No.3, Kiduldalem, Klojen, Kota Malang ini juga dilengkapi dengan fasilitas yang kian bikin nyaman. Di antaranya wifi, tiga kamar mandi shower dan dua toilet, juga pemisahan lorong tempat tidur untuk pengunjung pria dan wanita.

julajuli.com

5. Capsule Hotel Grand Whiz Trawas

Dengan jumlah total 100 capsule yang tiap capsulenya dapat menampung satu orang, kamar capsule milik Hotel Grand Whiz Trawas selesai dibangun pada Oktober 2017. Capsule terbagi berdasarkan gender, yakni room capsule laki-laki dan perempuan yang terpisah demi kenyamanan bersama. Begitu memasuki kawasan hotel, sarana kursi dan lesehan untuk bersantai telah disediakan di teras capsule yang bisa digunakan bagi tamu yang ingin menghabiskan waktu dengan santai sambil memesan makanan dari room service.

Setelah melakukan registrasi di receptionist desk, tamu akan diberikan sedikit pengarahan tentang bagaimana mengoperasikan capsule oleh petugas. Masing-masing tamu menerima kartu yang berfungsi sebagai pembuka pintu loker dan capsule. Tamu juga mendapatkan fasilitas loker untuk menyimpan barang-barang pribadi yang juga tempat meletakkan amnities seperti handuk, dental kit, slipper dan juga shower cap.

Sementara itu, kamar mandi yang tersedia merupakan kamar mandi umum yang digunakan bersama. Ada 7 sekat shower dan 7 sekat eco closet yang bisa digunakan tanpa harus mengantri lama dengan tamu lainnya. Dispenser berisi sabun 3 in one soap pun telah siap ada di dalam masing-masing shower. Fasilitas seperti hairdryer juga dapat City Explorer temukan di rest room capsule. Dan untuk tamu yang ingin menjemur handuk, terdapat dry area di sisi belakang capsule.

Capsule berukuran 2 x 1,5 Meter ini berteknologi tinggi dan diimpor langsung dari negeri China. High technology capsule tentunya memberikan kenyamanan serta privasi bagi tamu yang menginap di dalam capsule. Fasilitas di dalamnya adalah AC, digital alarm, televisi, head set, safe deposit box, USB port, table serta LED lamp yang bisa disesuaikan kebutuhan. Standar keamanan juga tak ketinggalan di dalam masing-masing capsule.

Harga yang ditawarkan untuk menginap di capsule hotel ini terbilang cukup terjangkau yakni Rp 250.000,00. Harga tersebut sudah termasuk breakfast dan free akses spot foto. Ide awal pembuatan capsule room ialah karena tingginya permintaan kamar di Hotel Grand Whiz Trawas. Untuk mempertahankan keaslian bangunan yang memiliki view terbaik menghadap ke Gunung Penanggungan, capsule room menjadi pilihan yang terbaik dibandingkan membuat bangunan permanen yang baru.