Surabaya pernah memiliki segudang atlet berprestasi. Tidak hanya skala nasional tapi tingkat dunia. Mareka lahir dari rahim kota yang miskin sarana. Mereka berlatih di lapangan kota yang kurang standar. Tapi tekad mampu mengalahkan segala kendala. Fasilitas minim justru melecut mereka meraih juara. Kini, harusnya tak ada lagi alasan karena kurang sarana. Fasilitas kota sudah banyak tersedia. Lapangan olahraga ada di mana-mana. Ada di taman-taman kota, kecamatan-kecamatan, dan lokasi khusus yang dibangun oleh Pemerintah Kota Surabaya. Mulai dari lapangan tingkat kampung hingga lapangan berstandar internasional.

Lihat saja, selama tujuh tahun terakhir, telah dibangun 394 lapangan olahraga yang diperuntukkan bagi warga kota oleh Pemkot Surabaya. Rinciannya, 37 lapangan (dibangun pada 2011), 38 lapangan (2012), 28 lapangan (2013), 82 lapangan (2014), 65 lapangan (2015), 90 lapangan (2016), dan 54 lapangan (2017). Di antara lapangan itu, sebanyak 116 lapangan futsal, 35 lapangan sepak bola, 102 lapangan basket, 99 lapangan voli, 20 lapangan bulu tangkis, 4 lapangan tenis, 11 lapangan panjat tebing, dan 2 lapangan lompat jauh.

“Tahun ini, kita berencana akan menambah lagi 76 lapangan,” kata Afghani Wardhana, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Surabaya. Sebagian sudah terealisasi, sebagian dalam tahap pengerjaan dan penyelesaian, sebagian lagi masih dicarikan lokasi yang strategis.

"Semua lapangan yang sudah dibangun dan akan dibangun itu tersebar di Surabaya Timur, Barat, Selatan, utara dan Surabaya pusat," katanya. Sarana prasarana olahraga itu meliputi; 19 lapangan futsal, 19 lapangan bulutangkis, 15 lapangan bola voli, dan 23 lapangan bola basket.

julajuli.com

Tak bisa dipungkiri bila kota ini memiliki segudang bakat atlet. Bakat-bakat itu akan tertempat dan terasah seiring adanya lapangan Thor, lapangan khusus cabang atletik yang ada di kawasan Patmosusastro. Lapangan Thor (Tot Heil Onzer Ribbenkast) yang diakui International Association of Athletics Federation (IAAF) berstandar internasional ini sudah resmi dibuka untuk umum sejak Oktober 2017 lalu. Lapangan ini menempati lahan seluas 1.483,56 meter persegi, memiliki lintasan atletik sepanjang 400 meter, dan dilengkapi tribun untuk penonton berkapasitas 1.118 orang. Dilengkapi peralatan olaraga atletik seperti lempar lembing, tolak peluru, lempar cakram, dan lompat galah.

"Kami punya sertifikat internasional untuk Lapangan Thor, mulai lintasan lari, lapangan halang rintang, lompat jauh serta lompat gala dan lempar lembing maupun tolak peluru semua berstandar internasional termasuk peralatan yang digunakannya," ungkap Afghani. Setelah dilakukan make over, lapangan ini pun diserbu warga kota. Mereka berbondong-bondong ingin menikmati keindahan dan kenyaman lapangan yang sarat akan sejarah masa lalu. Melihat antusiasme warga kota yang demikian, pihak Dispora akhirnya mensyaratkan ijin bagi mereka yang ingin menggunakan lapangan ini.

Prosedur ijin tersebut dimaksudkan hanya sebagai pemberitahuan kepada dinas terkait untuk tertib penggunaan lapangan. Bukan untuk membatasi. Sebagaimana di lapangan lain juga dilakukan demikian untuk menghindari bentrok waktu antar pengguna yang ingin berlatih.

julajuli.com

Bagi penghobi pacu adrenalin, kini juga tersedia di Surabaya. Tak ada lagi balapan liar, karena sudah ada Drag & Bike Race di komplek Gelora Bung Tomo Benowo Surabaya Barat. Sirkuit berstandar internasional itu sudah sering digunakan untuk kejuaraan balap, baik tingkat lokal hingga nasional. Sirkuit drag race itu dibangun oleh Pemkot Surabaya bekerjasama dengan Pengprov IMI Jatim. Karena itu, untuk menggunakan sirkuit drag race perlu ada verifikasi dari Ikatan Motor Indonesia. Walau pebalap sudah punya alat, kata Afghani, namun perlu ada koordinasi dengan IMI.

“Silakan kordinasi dengan kami. Tapi kami harus mengajak IMI juga, kalau peralatan sudah memenuhi syarat standar, kita bisa memberi izin latihan. Karena meskipun hanya latihan, kami juga mempertimbangkan unsur keamanan baik bagi penonton dan pembalapnya,” jelasnya. Sirkuit ini akan dibangun sepanjang 1,8 kilometer. Tahap pertama, sirkuit sepanjang 450 meter telah tuntas dikerjakan. Kemudian sepanjang 1,3 kilometer di selatan sirkuit drag race di atas lahan seluas 4 hektar, ditargetkan selesai pada tahap kedua pada 2017. Sementara tahun 2018 ini, akan dikerjakan tahap ketiga sepanjang 500 meter.

Semangat Pemkot Surabaya membangun beragam lapangan olahraga bertujuan untuk efek ganda. Satu sisi untuk mewadahi bakat-bakat juara olahraga yang selama ini terpendam, pada sisi lain sebagai wahana bagi para muda dan warga kota lainnya agar tidak melarikan diri pada narkoba. Hal itu berkali-kali ditegaskan oleh Afghani seraya mengutip ketegasan niat Walikota Surabaya Tri Rismaharini. Katanya, ” Dengan adanya lapangan bagus berstandar internasional, harapannya anak-anak tertarik dan bisa berprestasi. Semakin anak-anak punya banyak aktivitas, mereka akan terhindar dari kenakalan remaja dan narkoba.”

Ia mengaku, sering dalam operasi oleh Tim Asuhan Rembulan Satpol PP Surabaya pihaknya terlibat memergoki balapan liar di lokasi-lokasi yang memiliki jalur lurus tanpa hambatan, seperti di Kenjeran, MERR, Dukuh Kupang, dan lainnya. Namun hasil operasi itu tak pernah terpuaskan karena waktu itu memang belum ada lapangan yang representatif untuk arena kebut-kebutan. ”Nah, dengan adanya sirkuit drag race ini, kami bisa mengarahkan mereka," katanya.