Tidak mudah memroduksi film dengan nilai komersial dan menghibur namun tetap mampu menyampaikan pesan serta kesan kepada penontonnya. Say, I Love You pun mencoba mematahkan asumsi tersebut. Menggunakan sekolah sebagai latar cerita, Say, I Love You benar-benar terinspirasi dari peristiwa yang terjadi di SMA Selamat Pagi Indonesia (SPI). Cerita tentang sekolah anak-anak tidak mampu yang mengajarkan vokasi dan kewirausahaan ini sendiri sudah banyak diketahui oleh masyarakat. Bahkan muncul banyak kisah inspiratif yang bisa memotivasi siapa saja yang mendengarnya.

julajuli.com

“Perjuangan membuat film ini cukup panjang. Muai dari riset karakter, penentuan cerita, pencarian pemain hingga penentuan tim produksi yang membutuhkan waktu hampir 4 tahun. Demi menghasilkan cerita yang kuat, saya berkolaborasi dengan Alim Sudio. Sehingga ceritanya berbobot tapi tetap kekinian, sesuai dengan dunia remaja saat ini,” jelas Endik Kuswoyo, Penulis Skenario Film Say, I Love You, Sabtu, (15/9). Pemain yang terlibat juga menjadi salah satu sisi yang menarik pula dari Say, I Love You. Karena merupakan idola para generasi milenial. Sebut saja Dinda Hauw, Rachel Amanda, Alvaro Maldini yang akrab dipanggil Aldi, mantan personil Coboy Junior dan masih banyak lagi lainnya.

julajuli.com

Sementara itu, film berkisah mengenai SPI yang terancam tutup. Ulah para murid membuat reputasi sekolah semakin buruk. Namun beberapa murid SPI tidak menyerah. “Ketika mendapat peran sebagai Sheren, pastinya saya ngerasa deg-deg'an ya karena memerankan tokoh asli. Dan tokohnya ini masih ada. Sebelum proses pembuatan film, saya lebih dulu riset dan ngobrol sama tokohnya sendiri agar maksimal ketika berakting,” tutur Dinda. Tertarik dengan Say, I love You? Harap sabar City Explorer, karena Multi Buana Kreasindo sebagai rumah produksi berencana merilisnya pada tahun 2019. (Foto:Yeri)