Rangkaian bunga selalu bisa membuat hati tenang dan bahagia, terutama untuk kaum hawa. Karena itu, tak heran kalau kado rangkaian bunga selalu menjadi hadiah terpopuler untuk berbagai acara. Mulai dari acara ulang tahun, pernikahan, hari jadi, ataupun saat perayaan kelulusan.

Selain rangkaian bunga segar, rangkaian bunga buatan dari berbagai bahan pun tidak kalah menarik. Salah satu yang sering menjadi pilihan banyak orang adalah bunga-bunga buatan yang berasal dari kain satin maupun flanel. Selain bentuknya yang cantik, bunga dari kain ini lebih disukai karena bertekstur lembut dan tentunya tidak akan pernah layu.

Melalui bisnis yang dirintisnya bernama Pita Pinky, Nur Chamidah Aini atau yang akrab dipanggil Nurce mencoba membuat rangkaian bunga yang ia buat sendiri bersama rekannya, Nur Syamsiyah. Ide membuat usaha rangkaian bunga ini memang berawal dari Nurce yang gemar membuat kerajinan tangan. Kegiatan di waktu senggangnya berubah jadi kegiatan yang bisa mendatangkan pundi-pundi rupiah.

julajuli.com

Sejak dua tahun ini, wanita berkerudung ini membuat pembuatan buket bunga untuk berbagai keperluan diantaranya buket bunga untuk acara pernikahan, foto pre wedding, wisuda, hingga hadiah kenang-kenangan perpisahan.

Dalam membuat rangkaian bunga ini, yang terlebih dahulu dilakukan adalah membuat kotak bingkainya. Ada berbagai macam ukuran kotak bingkai mulai dari yang paling kecil berukuran 20 x 20 cm, hingga yang paling besar berukuran 40 x 45 cm. Untuk kotak bingkai, Nurce membuatnya sendiri. Mulai dari membeli kardus tebal lalu digunting hingga membentuk rangka dan dipoles dengan kain menjadi kotak bingkai yang indah. Setelah itu, baru bunga dirangkai satu-persatu di dalamnya.

Pada bahan kain, Nurce memilih memakai kain satin. Dibandingkan jenis kain lainnya, kain satin memiliki beraneka macam warna dan lebih mengkilat. Pita rol berbahan satin terlebih dulu dibakar untuk membentuk kelopak bunga. Setelah itu kelopak-kelopak yang sudah dibakar kemudian di lem agar lekat satu sama lain dan membentuk bunga yang utuh. Mengapa dibakar bukan digunting?

julajuli.com

“Kalau pakai kain lain harus digunting terlebih dahulu, kalau pita satin ini tinggal dibakar aja bisa. Dan kesan terbakar ini yang membuat karya di Pita Pinky berbeda dengan usaha handcraft sejenis”, ungkap perempuan lulusan jurusan teknik elektro ini.

Bukan hanya bunga dalam kotak, Nurce dan Syam juga sering mendapat pesanan untuk membuat buket bunga. “Kalau buket bunga biasanya untuk keperluan foto pre wedding dan pertunangan”, ungkapnya. Sedangkan untuk pola, bukan hanya bentuk bunga mawar tapi ia bisa membuat huruf sampai dengan karakter animasi seperti tokoh kartun Doraemon dan yang lainnya.

Dalam tiap seri produknya, Pita Pinky membanderol harga yang cukup terjangkau di kantong pembelinya. Dibanderol dengan harga Rp 95.000 untuk boks paling kecil berukuran 20x20 cm, sampai dengan Rp. 550.000 untuk boks paling besar dengan 40x45 cm. Anda bisa memesan sesuai dengan pola dan fungsinya. Produksi yang dilakukan masih dengan tangan alias handmade, untuk sebuah rangkaian bunga, Nurce dan Syam bisa menyelesaikan selama 2 sampai 3 hari. “Tapi kalau polanya lebih sulit dan ukuran lebih besar tentu bisa lebih lama”, ungkap wanita berkacamata ini ramah.