Banyak orang menyebutnya Bakpia Pangli. Pangli yang dimaksud Pandegiling Lima, tempat bakpia ini diproduksi. Harusnya orang Surabaya sudah mengenalnya, karena bakpia ini sudah dibuat oleh Sumiarni sejak 2005. Sudah cukup lama, bukan? Mulanya, ia bercerita, seorang teman memberinya resep. Ia mempraktikkan isi resep itu sebaik-baiknya. Uji coba dilakukannya berkali-kali. Hingga dirasa sudah sesuai dan menghasilkan bakpia seperti yang diharapkan. Setelah itu barulah ia berani menawarkan kepada para tetangga.

Di luar dugaannya, bakpia yang ia bikin mendapat respon baik dari para tetangga yang mencicipinya. Keberaniannya pun terbangun dan mulai membuat bakpia dalam jumlah yang banyak dan dititipkan ke warung-warung di lingkungan tempat tinggalnya, di Pandegiling 5 no. 7 Kel. Tegalsari Kec. Tegalsari Surabaya. Meski usia Sumiarni sudah lanjut, 62 tahun, semangatnya tak pernah surut. Ia terus membikin bakpia hingga menghasilkan bermacam rasa. Atas ketekunan dan sukses yang menyertainya, pada 2010 ia diganjar penghargaan sebagai Pahlawan Ekonomi dari Pemerintah Kota Surabaya. 

julajuli.com

Penghargaan itu tak semata mengapresiasi diri pribadinya, melainkan karena dengan bakpia itu ia mampu menggerakkan lingkungannya untuk memproduksi bakpia serupa hingga kini menjadi sentra Bakpia Pandegiling. Waktu diresmikan menjadi sentra bakpia, pada 2013, sekurangnya ada 7 orang yang membuat bakpia. Kini, tersisa 4 orang yang aktif (2 orang melayani pesanan, 2 orang terus berproduksi setiap hari), karena pindah tempat tinggal. “Saya hanya menjalani apa yang saya bisa, yang sudah saya lakukan selama ini. Bila akhirnya berbuah manfaat, ya syukurlah,” tutur istri Imam (62) ini.

julajuli.com

Crispy & Fresh

Sumiarni sendiri bisa memproduksi bakpia hingga 500 biji dalam sehari. Bakpia buatannya dikemas apik dan diberi label “Bakpia Pangli”.  Bila pada suatu kesempatan pesanan membludak, kemasannya menggunakan label “Sentra Bakpia”. Artinya, pesanan dalam jumlah banyak itu dikerjakan bersama-sama dengan para pembuat bakpia yang lainnya.  Kedua nama label itu sama saja, sama-sama berisi bakpia yang bermuara pada satu resep.

Ia mengungkapkan, pernah mencapai rekor bisa menjual 320 kotak dalam sehari. Satu kemasan kotak berisi 10 bakpia.  Waktu itu, katanya, pesanan banyak itu datang dari Pemkot Surabaya yang sedang ada acara. Bakpia buatan Sumiarni tersedia dalam 3 rasa; kacang hijau, coklat, dan keju. Bakpia kacang hijau dibanderol dengan harga Rp 10 ribu. Sedangkan bakpia rasa coklat dan keju harganya Rp 15 ribu. Ia memasarkan produk bakpianya di sentra-sentra UKM, warung, koperasi warga, pameran-pameran, dan pemesanan via telpon.

julajuli.com

Bakpia itu, akunya, bisa bertahan cukup lama dalam suhu terkondisi. “Bakpia saya tanpa bahan pengawet. Tapi mampu bertahan hingga seminggu dalam suhu ruangan. Bahkan bisa sampai dua minggu bila disimpan di kulkas,” jelasnya. Menirukan testimoni pelanggannya, ia mengaku bakpia buatanya disuka karena rasanya lebih crispy dan fresh. “Ketika dimakan, bakpia ini renyah dan remah, sebelum dikunyah,” tuturnya menceritakan komentar pelanggan yang suka bakpia buatannya.

julajuli.com

Resep Khas

Sejak 2013, Sumiarni mendapat label resmi halal dari MUI, sekaligus mendapat SIUP, TDP dari Disperdagin Kota Surabaya. “Awalnya dulu saya mau pakai nama Bakpia Asih. Tapi ketika didaftarkan, nama yang sama sudah menjadi milik orang lain. Akhirnya saya memakai nama Bakpia Pangli sebagai merek dagang,” kenangnya. Tapi nama Asih tetap dipakai sebagai nama usahanya, UD Asih.

Ia mengaku, pernah bersama produsen bakpia yang lain diikutkan pelatihan membuat pia dengan resep dari Yogyakarta. Namun, ia dan kelompoknya tetap bertahap menggunakan resep khasnya, yang bertekstur renyah itu.

julajuli.com

Demikian pula ia tak pernah gentar meski ada banyak produk bakpia di pasaran. Peluang pasar bakpia, katanya, masih sangat terbuka. Semakin banyak yang memproduksi bakpia di Pandegiling 5, justru akan semakin bagus.

“Kalau bisa begitu, kita kan bisa mempengaruhi pasar,” cetusnya sembari tertawa. Karena itu, ia berharap munculnya anak-anak muda yang mau belajar cara membuat bakpia. “Mereka nantinya yang akan meneruskan produksi bakpia ini,” harapnya.

Keinginan itu tampak bukan dibuat-buat. Mengingat, memang, mereka yang kini aktif memproduksi bakpia pandegiling rata-rata sudah tua usia. “Sudah banyak mahasiswa yang berkunjung dan belajar membuat bakpia di sini. Artinya kan sentra bakpia ini tidak akan mati,” cetusnya.

Bagi yang rindu bakpia, Anda bisa pesan Bakpia Pangli via telpon 088801732596, 087751307144. Atau datang langsung di lokasi, Jl. Pandegiling V / 7 (masuk dari Gang 1) Surabaya.