Provinsi Jawa Timur memiliki beragam kesenian yang sangat khas. Seperti seni musik yang sangat digemari seperti musik Patrol. Untuk itu, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Surabaya kembali menggelar Festival musik Patrol 2018 (23/11). Festival Musik Patrol ini diadakan di Taman Flora Surabaya. Festival ini diadakan untuk memperingati hari Pahlawan yang jatuh pada tanggal 10 November lalu. Dengan mengangkat tema Surabaya Kota Pahlawan, event ini bertujuan untuk melestarikan kesenian yang berada di tengah masyarakat Surabaya.

julajuli.com

Para peserta dan penonton sangat antusias dan menikmati alunan musik patrol khas Jawa Timur tersebut. Festival ini juga dihadiri Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Surabaya, Ir. Antiek Sugiharti, M.Si. Dalam sambutannya, Antiek mengucapkan terima kasih kepada panitia serta masyarakat yang hadir dan memeriahkan Festival Musik Patrol 2018. Antiek juga memberikan pujian kepada seluruh peserta atas kreasi mereka yang luar biasa dalam membawakan musik Patrol. Dia juga berharap Musik Patrol selalu dilestarikan agar tetap bisa hidup dan mendukung kreatifitas anak remaja di Surabaya.

julajuli.com

Festival ini diikuti oleh sembilan grup finalis dari delapan kecamatan di Surabaya. Sembilan finalis tersebut diantaranya Man Mahabbah, Kartar Bumi Shalawat, Thores, Putro Nanggal, Laut Merah, Surabaya Angklung Percussion, Tak Oyaki, Teot te Blung, dan Patrol Pring Bumi Jowo dari. Dari semua finalis, Putro Nanggal dari kecamatan Gunung Anyar terpilih menjadi juara pertama dalam Festival Musik Patrol 2018 dengan nilai 932. “Alhamdullilah, nggak nyangka aja bisa menang juara pertama. Padahal kami latihan untuk festival ini hanya empat hari berturut-turut,” kata Faisol Hayyat, salah satu personil Putro Nanggal dengan membawa piala kemenangannya. (Naskah: Melina, Foto: Yeri)