HIV/AIDS sering tertulis dan disebut satu istilah, akan tetapi sebenarnya HIV dan AIDS mempunyai arti yang berbeda. HIV (Human Immunodeficiency Virus) merupakan virus yang menyebabkan AIDS. HIV menyerang sistem kekebalan tubuh seseorang. Jika sistem kekebalan tubuh seseorang telah dirusak, maka akan mengembang menjadi AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome). Dalam mengurangi risiko kematian karena HIV/AIDS, Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski) mengadakan talkshow “Hidup Sehat Bebas Infeksi Menular Seksual (IMS) dan HIV-AIDS” dan dilanjutkan dengan nonton bareng film “Bohemian Rhapsody”, Sabtu (1/12).

julajuli.com

Talkshow yang bertujuan untuk mengajak masyarakat agar lebih peduli dan mengetahui tentang status HIV-AIDS juga ini merupakan bagian kampanye di Hari AIDS sedunia ke-30. Acara yang berlokasi di CGV Blitz Marvel City Mall Surabaya ini diikuti oleh 150 orang peserta. DR. Dr. Afif Nurul Hidayati, SpKK anggota Perdoski Surabaya menyatakan bahwa angka infeksi HIV-AIDS di dunia semakin meningkat, termasuk negara berkembang. “Know Your Status. Karena hal yang paling penting adalah mengetahui status HIV seseorang dulu. Jadi kalau dia positif, kita bisa segera memberikan pengobatan yang tepat agar mengurangi risiko kematian,” jelas Dr. Afif.

Saat diwawancarai, dr.Afif juga menjelaskan bahwa untuk mengetahui status HIV/AIDS, masyarakat bisa mendatangi Poliklinik Voluntary Counceling and Testing (VCT). VCT  sendiri terdapat di beberapa rumah sakit dan Puskesmas. Di Surabaya beberapa rumah sakit juga sudah menyediakan VCT, seperti RSUD Dr. Soetomo dan RS Unair. Biaya yang harus dikeluarkan juga tidak terlalu mahal hanya sekitar dua ratus ribu. Tes VCT ini pun juga dapat dilakukan dengan menggunakan BPJS serta hasil tes pun bisa keluar di hari yang sama. (Naskah : Melina. Foto: Ayu)