Disfungsi Ereksi (DE) atau yang biasa disebut dengan Impoten menjadi hal yang ditakuti kaum pria. DE merupakan kondisi dimana seoarang pria tidak mampu mencapai atau mempertahankan ereksi dengan baik untuk berhubungan seksual. Penyakit DE sendiri dapat menyebabkan frustasi, rendahnya rasa percaya diri hingga perasaan tidak mampu yang dapat menyebabkan depresi dan agresivitas. Namun, berbeda dengan mitos yang berkembang selama ini, DE ternyata tidak mempengaruhi pria saja. Penyakit ini juga memberikan dampak negatif pada pasangan mereka.

Dr Susanto Suryaatmadja MS Sp And, dokter spesialis Andrologi RSU Dr. Soetomo Surabaya, menjelaskan mengenai mitos dan fakta tentang DE pada saat acara Edukasi Media: Mitos dan Fakta Disfungsi Ereksi di Four Points by Sheraton Surabaya (5/12). Dr. Susanto mengungkapkan bahwa sampai saat ini masih terdapat beberapa mitos dan anggapan yang keliru tentang DE. Sehingga diperlukan suatu edukasi untuk dapat memahami DE dengan baik. Anggapan DE sebagai hal normal seiring bertambahnya usia merupakan salah satu mitos yang nenghalangi seorang pria untuk berkonsultasi dengan dokter.

Keengganan untuk berkonsultasi dengan dokter membuat pria mencari pengobatan sendiri, seperti pengobatan herbal. Mereka menganggap pengobatan herbal menjadi jalan pintas dalam mengatasi DE. “Banyaknya mitos yang berkembang di masyarakat sebagai bagian dari norma dan budaya menjadi salah satu penyebab keengganan pria penderita DE untuk berkonsultasi dengan dokter dan cenderung memilih untuk mengobati sendiri dengan cara herbal. Ini perilaku yang perlu diubah,” jelas dr. Susanto. DE memang tidak mengancam nyawa, namun harus disadari bahwa DE merupakan tanda adanya masalah serius pada kesehatan. (Naskah: Melina, Foto: Ayu)