Kampung Keputih Tegal Timur Baru, Sukolilo, Surabaya, Jawa Timur, lokasinya berdekatan dengan area tempat pembuangan sampah. Keputih selama bertahun-tahun telah menjadi tempat pembuangan akhir sampah-sampah yang dihasilkan kota Surabaya. Tak salah bila kawasan ini lekat dengan anggapan kumuh oleh sebagian besar warga kota. Namun tidak demikian dengan warga kampung di RW 8 Keputih Tegal Timur. Bagi mereka, gunungan sampah tidak sama dengan kondisi kampungnya. Sejak itu, warga kampung bertumbuh semangatnya untuk menjadikan kampung tempat tinggalnya asri, hijau, sampah terolah, edukatif, dan mandiri.

julajuli.com

Semangat itu tumbuh di semua warga yang tinggal di RT 3, 4, dan 8 Keputih Tegal Timur Baru. Mereka dengan suka rela urunan untuk penyediaan aneka jenis tanaman, tempat sampah, dan biaya perawatan. Setelah beberapa waktu kampung sudah tampak asri dan hijau, barulah ada bantuan alat untuk pengolahan sampah mandiri. ”Kami saat itu memang ingin menghilangkan kesan sebagai kampung kumuh. Walau kampung ini dekat dengan tempat pembuangan sampah, tapi kami bukanlah kampung kumuh. Dan kami bisa membuktikan itu,” tutur Tutik Dwiani, Ketua Penggerak Lingkungan RT 3.

julajuli.com

Bila dulu Anda pernah mengunjungi kawasan Keputih ini, pastilah sempat merasakan perbedaan mencolok antara kampung dengan sampah-sampah yang menggunung. Perbedaan itu sangat terasa begitu lingkungan berubah menjadi asri dan hijau ditumbuhi banyak tanaman. Jalan kampung yang becek juga diganti paving dan dicat berwarna-warni. Sejak itu, kampung yang terdiri dari hampir 400 KK ini kerap diganjar banyak penghargaan tentang lingkungan. Setidaknya sudah tiga kali menang hingga tingkat kampung maju dalam lomba lingkungan tingkat kota. Penghargaan itu, tak lepas merupakan hasil dari kerja bersama, gotong royong, dan tumbuhnya partisipasi semua warga.