Berangkat dari kegelisahaannya dengan iklim komunikasi di media sosial yang penuh caci-maki antar manusia, Sherly Gunawan hendak berbicara tentang toleransi dalam sebuah coretan tinta air.  Konsep tersebut dia rangkum dalam pameran bertajuk FloaThink in Harmony di House of Sampoerna, yang digelar dari tanggal 14 Maret hingga 6 April 2019.

julajuli.com

Dalam lukisannya yang berjudul Mirror Mirror on The Wall, Sherly sengaja memadukan dengan media cermin. Sebelum membaca tulisan “I’m Tolerant” yang berada di balik cermin. Ia hendak membawa pengunjung untuk terlebih dahulu berkaca akan dirinya. “Ini kan ada cermin jadi kita melihat wajah kita dulu setelah itu kita bisa baca I’m tolerant. Jadi setelah liat wajah kita, pada dalam diri sendiri kita bisa ngomong bahwa saya toleran. Oh ternyata saya juga bisa toleran dan saya bertanggung jawab terhadap toleransi.” Ujar Sherly Gunawan selaku dosen Universitas Ciputra dan Ubaya, Rabu (13/3).

julajuli.com

Jika dilihat lebih dekat, Sherly juga memberikan sentuhan tulisan “are you?” dalam karyanya. Bukan tanpa makna, tulisan tersebut dipakainya untuk bicara lebih dalam tentang toleransi. “Saya ingin mengajak pengunjung untuk menyelidiki hati masing masing lebih dalam lagi. Kadang orang hanya karena lingkungan jadi ikut arus, sebenarnya kalau mau lihat hati kita tidak suka untuk menjadi intolerant karena kita dikaruniai hati nurani. Tidak ada bayi yang terlahir menjadi rasist.” Tambah wanita yang tergabung dalam Ikatan wanita Pelukis Indonesia.