Hadirnya internet menuntut semua sendi dalam bisnis untuk berubah, termasuk kuliner. Proses produksi, distribusi, hingga pemasaran bisa dilakukan secara efisien karena dorongan konsep industri 4.0. “Dengan teknologi digital, pelaku usaha kuliner bisa berjualan 24 jam ke seluruh dunia. Sekarang orang tidak perlu membuka tenant di dalam mall, cukup memasarkan dagangannya secara online,” ungkap Syaifullah Agam, Direktur Akses Non Perbankan pada Jumat (5/4).

Bukan hanya dalam pemasaran, penentuan peluang bisnis sekarang juga bisa dilakukan melalui big data analisis. “Sekarang orang kalau mau buka usaha tidak lagi datang ke Bekraf, tapi ke aplikasi ojek online karena mereka punya datanya. Makanan apa yang sedang banyak dipesan sampai jam ramai makanan itu dipesan mereka punya,” ungkap Syaifullah saat ditemui pada acara Sosialisasi Kreatifood 2019.

Sosialisasi Kreatifood 2019 adalah salah satu upaya Bekraf untuk mengembangkan ekosistem subsektor kuliner di Indonesia. Dengan adanya Kreatifood, diharapkan para pelaku ekonomi kreatif di bidang kuliner dapat terfasilitasi dan memperluas pasar produk kreatif Indonesia di pasar domestik hingga tercipta titik temu transaksi jual beli antara produsen dan konsumen.