Sabtu (27/4) malam nuansa tak biasa hadir di pendopo Taman Budaya Jawa Timur alias Cak Durasim. Kalau biasanya Cak Durasim dipergunakan untuk sejumlah acara budaya seperti ludruk dan kesenian lainnya dengan alunan musik tradisional sebagai pengiring, malam itu dentuman musik elektronik menyeruak hingga bunyinya terdengar di sepanjang jalan Genteng Kali.

julajuli.com

Malam itu pengunjung Cak Durasim yang sebagian adalah penikmat musik elektronik mendengarkan kolaborasi memukau antara musisi Indonesia; Bottlesmoker dan Perancis; Christine. Kedua grup musik beda negara ini menjalani residensi yang digagas IFI (Institut Francais Indonesia) di Bandung pada 21-25 April 2019 yang dilanjutkan dengan tur keliling beberapa kota di Indonesia: Bandung, Jakarta, Yogyakarta, dan Jimbaran Bali.

julajuli.com

Pengunjung tampak menikmati komposisi yang dibawakan oleh keduanya. Di awal pertunjukan, duo Anggung Suherman dan Ryan Adzani sukses menghibur pengunjung melalui komposisi yang dibawakan. Anggung alias Angkuy mempersilahkan Nicolas Lerille, salah satu personil Christine untuk naik ke atas panggung. “Malam ini kami membawakan empat lagu dari hasil residensi kami selama tiga hari. Selamat menikmati,” ujar Angkuy.  Komposisi Bottlesmoker yang lebih selow menjadi lebih upbeat sejak Christine masuk ke panggung, otomatis membuat hentakan dan goyangan penonton menjadi lebih beringas.