Standard and Poor’s atau juga dikenal dengan S&P telah menaikkan rating PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) atau Pelindo III menjadi BBB- dari sebelumnya BB+. "Rating tersebut mencerminkan potensi dukungan pemerintah pada Pelindo III karena kepentingan strategis dari pelabuhan," kata Direktur Utama Pelindo III, Doso Agung, Kamis (2/6).

Selain itu, rating Pelindo III yang saat ini menjadi BBB- dengan outlook stable mencerminkan bahwa posisi Pelindo III saat ini sebagai kategori investment grade dan menunjukkan sebagai salah satu perusahaan pelabuhan utama di Indonesia. Kemudian kemampuan perseroan juga dianggap mampu mempertahankan marjin yang stabil dan proteksi arus kas yang kuat.

Iman Rachman Direktur Keuangan Pelindo III menambahkan, rating didasarkan pada data dan informasi yang diperoleh S&P dari Pelindo III serta laporan keuangan tahun 2018 dan proyeksi tahun 2019. “Hal yang mendasari Pelindo III mendapat kenaikan rating menjadi BBB- adalah potensi dukungan pemerintah terhadap program pengembangan pelabuhan. Mengingat Pelindo III merupakan salah satu pengelola pelabuhan utama di Indonesia yang ikut menjaga stabilitas ekonomi bangsa. Terlebih lagi, 100 persen saham Pelindo III dimiliki oleh pemerintah” katanya.

Sementara itu, rating Stable Outlook diberikan atas dasar kemampuan perusahaan dalam menjaga stabilitas usaha yang dijalankan dan mengelola kas operasional secara sehat. "Rating tersebut akan dipertahankan dan dapat dinaikkan jika Pelindo III mampu mewujudkan segala harapan atas investasi yang telah dilakukan di proyek strategis, seperti di Terminal Teluk Lamong ataupun di Terminal Petikemas Surabaya. Bukan hanya itu, Pelindo III juga diharapkan mampu meningkatkan rasio keuangan secara bertahap," jelasnya.