Coffeespeaks, sebuah acara yang digagas oleh Kultur Haus bekerjasama dengan mahasiswa jurusan Manajemen Perhotelan UK Petra Surabaya rampung digelar pada Sabtu (15/6). Acara ini diadakan untuk mengenalkan ragam kopi lokal yang diracik dengan manual brewing alias seduh manual yang menjadi specialty coffee di Kultur Haus. Dalam acara yang diikuti oleh media dan influencer tersebut, ada tiga jenis biji kopi yang dibuat dengan tiga metode manual brewing yang berbeda-beda.

julajuli.com

Jenis kopi tersebut adalah Gayo Abbisinia yang dibuat dengan metode V60. Menurut Haris Baehaqi, Junior Supervisor dan Head Bar Kultur Haus metode ini menonjolkan rasa asam kopi menjadi lebih dominan agar rasa yang dihasilkan lebih terasa. Sedangkan jenis kopi kedua yaitu Gunung Halu yang diseduh dengan metode Kalita. "Kalau Kalita ini lebih ke menyeimbangkan antara accidity (asam), kopi, dan aroma. Karena sebelum turun dari saringan, bubuk kopi didiamkan dulu," beber Haris.

julajuli.com

Yang terakhir yaitu biji kopi Kerinci yang menggunakan metode Aeropress. Metode ini berguna untuk menebalkan rasa dan mengurangi keasaman kopi. Biasanya digunakan untuk orang yang tidak begitu menyukai asam kopi. Dari ketiga metode ini yang paling susah adalah Aeropress karena menuntut barista untuk konsisten saat melakukan pressing.