Titian Kreatif Pustaka dan MM FEB Unair bekerjasama menggelar acara bedah buku dan seminar bisnis bertajuk Spiritual Management in Action: Tempe Bang Jarwo, di Aula MM FEB UNAIR, Selasa (18/6). Kegiatan ini dilakukan sebagai apresiasi 5 tahun penutupan lokalisasi Gang Dolly. Rangkaian acara ini diawali dengan seminar dan bedah buku, kemudian dilanjutkan dengan Pesta Tempe Penyet dan pemberian penghargaan kepada Sahabat Bang Jarwo.

julajuli.com

Dengan kutipan ‘dulu diburu polisi, sekarang menginspirasi’ di bagian sampul, buku ini terdiri atas 134 halaman yang terbagi dalam lima bagian yaitu Jarwo bersama Dolly; Geliat Jarwo Menolak Penutupan Lokalisasi Dolly, Jarwo dengan Tempenya, Pendampingan Tempe Bang Jarwo, dan terakhir Tempe Bang Jarwo Tebar Manfaat. Bang Jarwo yang dulunya hanya berdagang kopi sekarang sudah beralih profesi menjadi pembuat tempe kelas dunia. Tempe buatannya sudah di ekspor ke Singapura, Malaysia, hingga Belanda.

julajuli.com

“Dulu awalnya saya menolak Dolly ditutup karena saya sebagai warga asli Dolly tidak dapet tunjangan dari Bu Risma sedangkan mucikari malah dapet, tapi setelah Tempe Bang Jarwo sukses saya bersyukur karena seorang warga Dolly bisa memproduksi makanan seperti ini,” tutur lelaki berbatik hitam ini. Melalui acara ini Jarwo berharap agar bukunya menjadi inspirasi kepada seluruh UMKM di Surabaya untuk mau berinovasi lagi. Selain itu pria Jarwo juga berpesan untuk tidak takut melakukan perubahan. (Naskah dan foto: Steven J)