Sebanyak 21 peserta International Forum on Urbanism (IFoU) yang berasal dari berbagai negara mengikuti kegiatan field trip di Surabaya pada Kamis (27/6). Melalui acara yang dihelat oleh Universitas Tarumanegara (UNTAR) bekerja sama dengan Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) ini, mereka diajak untuk belajar mengenai tata kota di Kampung Jambangan yang terkenal dengan sebutan Kampung Ge’blak.

julajuli.com

Munculnya sebutan tersebut bukannya tanpa alasan. Warga Jambangan yang tinggal di bantaran sungai mengubah posisi hunian menghadap sungai. Tak ayal, muncul julukan Ge’blak, akronim dari Gerakan Balik Kanan (Right Back Movement). Hal ini membuat Maureen, peserta IFoU asal Amerika Serikat terkesan. “Ini sangat luar biasa. Ini tentu saja karena kinerja pemerintah, masyarakat dan badan usaha bisa bekerja sama dengan sangat baik. Dan dalam waktu enam bulan, warga di sini melakukan gerakan balik kanan dengan inisiatif sendiri. Mengubah bantaran sungai menjadi tempat wisata yang bersih. Itu sangat langka ditemui di belahan dunia manapun,” katanya.

julajuli.com

Selain di Kampung Jambangan, para peserta juga mengunjungi beragam titik di Kota Pahlawan, di antaranya adalah tempat Proses Daur Ulang Jambangan, Taman Bungkul, Command Center, hingga menyusuri sungai Kalimas dengan menggunakan perahu. IFoU ke-12 tahun ini mengangkat tema “Beyond Resilience, Towards a More Integrated and Inclusive Urban Design” yang mendiskusikan mengenai masalah perkotaan di dunia, juga di Jakarta dan Surabaya. Selain diskusi, diadakan pula parallel session dan field trip. Ke depan, kerja sama antara kedua universitas ini diharapkan dapat berkembang lebih lanjut.  (Naskah: Nancy)