Alunan piano diiringi dengan saxophone menjadi salah satu ciri khas genre musik satu ini. Ya, jazz. Aliran musik asal Amerika Serikat ini menjadi salah satu aliran yang memiliki cukup banyak peminat di Indonesia. Tak mau kalah, mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) menghadirkan para musisi jazz asal Surabaya pada acara MICE Jazz Merah 2019, Jumat (5/7).

julajuli.com

Nama Jazz Merah sendiri terinspirasi dari ungkapan kondang dari Presiden pertama RI, Soekarno. “Jazz Merah itu aslinya dari Jas Merah (Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah) dan kami maksudkan juga untuk almamater kampus kami yang berwarna merah,” jelas Bunga Aprilia Suwito, Ketua Panitia MICE 2019. Bunga berharap acara ini mampu memotivasi mahasiswa untuk dapat meningkatkan dan mengeksplor kemampuannya dalam berkomunikasi.

Konsep intimate concert diusung dalam acara yang menjadi tugas mata kuliah mahasiswa semester 4 tersebut. Bean bag beraneka warna ditata tepat di depan stage, memungkinkan para penonton untuk berinteraksi langsung dengan musisi yang akan tampil. Sederet musisi itu adalah Red Wine, Best Friends Project, Serona Senja, dan Dea Anggita. “Kami percaya kalau musisi jazz Surabaya masih sangat bermutu dan tidak kalah dengan musisi nasional yang sudah punya nama. Kami juga ingin mendukung musisi Surabaya agar semakin besar namanya,” jelas Iqbal, Sie Acara MICE 2019.

julajuli.com

Selain menghelat acara musik, berbagai pameran karya mahasiswa juga dipamerkan pada MICE Jazz Merah 2019. Sebanyak 12 booth menampilkan karya fotografi, jurnalistik sampai videografi dari para mahasiswa. Masing-masing booth harus menggunakan barang bekas untuk mengisi konten dari pamerannya. (Naskah: Nancy, foto: Steven J)