Seiring dengan penggunaan teknologi yang masif, ekonomi digital juga berjalan dengan ritme yang serupa. Mengikuti hal ini, GoJek, GoPay dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) menandatangani nota kesepahaman dalam hal pengembangan potensi daerah dan pelayanan publik di Jawa Timur melalui inovasi teknologi. Momen ini terjadi pada puncak acara Hari Koperasi ke 72 Provinsi Jawa Timur di Grand City Convention & Exhibition, Rabu (7/8).

Kerjasama ini ditanggapi dengan baik oleh perusahaan teknologi tersebut. “Kami sangat bangga bahwa kini GoJek mendapatkan kesempatan untuk berkolaborasi dan berkontribusi dalam pembangunan di Jawa Timur, melalui solusi teknologi dan inovasi yang kami tawarkan,” kata Shinto Nugroho, Chief Public Policy & Government Relations Gojek Group dalam siaran pers.

julajuli.com

Kerjasama antara kedua belah pihak berguna untuk mewujudkan Nawa Bhakti Satya, sembilan misi pembangunan Provinsi Jawa Timur periode 2019-2023. Salah satu poinnya adalah meningkatkan sumber daya manusia Jawa Timur agar lebih berkualitas dan berdaya saing. Berbagai kolaborasi kegiatan dilakukan, di antaranya program Gojek Wirausaha, serta pengembangan talenta ekonomi digital lewat partisipasi GoJek dalam program Millenial Job Center Pemprov Jatim. Selain itu, kerjasama ini juga mencakup pengembangan pelayanan publik melalui GoPay dan pengembangan promosi pariwisata Jawa Timur melalui GoTix.

Sebelumnya, GoPay juga telah menjalin kerjasama dengan beberapa Polres di Jawa Timur sebagai pilot project untuk memudahkan pembayaran SIM dan SKCK secara non-tunai. “Melalui GoPay, semua transaksi akan tercatat dengan detail dan transparan, dan tentunya sejalan dengan visi Pemprov Jatim yakni Jatim Amanah,” ucap Head of Sales GoPay, Arno Tse. Penandatanganan nota kesepahaman sendiri turut dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, serta Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Pemprov Jawa Timur, Mas Purnomo Hadi. (Naskah: Nancy)