Gagasan pemerintah mengenai Gemarikan (Gemar Makan Ikan) berhasil ditangkap oleh Warung Nona Surabaya untuk menghadirkan satu destinasi kuliner berbahan dasar olahan ikan laut, kepiting, udang, cumi dan lobster. Berdiri sejak akhir tahun 2017, Warung Nona punya cita rasa unik yang diwujudkan dalam tiap olahan kulinernya.

Cita rasa unik tersebut berasal dari ikan-ikan pilihan yang dihadirkan yaitu, ikan bawal hitam, tengiri, kakap putih, kakap merah, barakuda. Ikan tersebut diolah menjadi beberapa menu andalan di antaranya mie kuah lobster, sup ikan asam pedas dan kari ikan yang menggugah selera. Diolah dengan bumbu dari berbagai daerah seperti Jawa, Makassar, hingga Penang.

julajuli.com

Dalam olahan kari kepala ikan misalnya. Warung Nona menggunakan jenis ikan kakap merah, yang dipadukan dengan bumbu kari khas Malaysia, sehingga tercipta rasa kuah yang enak dan tekstur ikan yang empuk.

Alexander Ting, Owner Warung Nona mengungkapkan ikan didatangkan dari perairan timur Indonesia tepatnya dari Timika, Sorong, dan Merauke. Alasan mengapa ikan-ikan tersebut dipilih adalah karena kualitasnya yang terjamin. "Papua punya ikan lebih enak dari Jawa punya. Karena Papua berada di perairan dalam, sehingga kalsiumnya lebih tinggi dan ikannya lebih gurih," ungkap Alexander, Kamis (3/10).  (Foto: Nando)