Memasuki seri ketiga, kompetisi slalom Brio Saturday Night Challenge digelar Honda Prospect Motor di Surabaya. Bertempat di Parkir Timur Plaza Surabaya pada Sabtu (05/10), seri kali ini diikuti oleh 59 peserta yang berasal dari kalangan profesional maupun amatir. Jumlah ini merupakan yang terbanyak dibandingkan seri-seri sebelumnya, di Jakarta dan Bandung.

President Director Honda Surabaya Center, Ang Hoey Tiong mengatakan, di kompetisi slalom ini pemilik All New Honda Brio bisa beraksi dan menyalurkan hobi, dengan langsung membawa mobilnya dan mendaftar di lokasi. “Ini juga menjadi ajang untuk membuktikan bahwa Brio adalah mobil yang dapat melakukan atraksi slalom tanpa modifikasi apa pun,” tutur Picun, sapaan akrab Ang Hoey Tiong.

 

julajuli.com

Para peserta ditantang melintasi track dan melakukan manuver melewati berbagai rintangan dengan menggunakan Honda Brio miliknya sendiri, dengan menggunakan format bracket time yang terdiri dari 5 kelas. Di kategori bracket “Break the Limit” dengan catatan waktu dibawah 21 detik, Toti Utomo berhasil menjadi juara setelah mencatatkan waktu 21,910 detik. Sedangkan di kategori bracket 22 detik, Raffi berhasil menjadi juara pertama dengan lap time 22,134 detik. Sementara di kategori 24 detik, Mezara meraih posisi pertama setelah mencetak lap time 24,066 detik. Untuk kategori 26 detik, Andre Lukita Dana berhasil menjadi yang tercepat dengan lap time 26,306 detik. Sedangkan untuk kelas 28 detik, Rudi Widjaja sukses mencatatkan waktu 28,126 detik.

Tedapat pula 4 kategori spesial. Stylish Finish untuk peserta yang mampu finish dengan parkir memutar dan keempat ban masuk tanpa mengenai cone. Di kategori Stylish Finish, Eldi W berhasil keluar sebagai pemenang setelah mampu mencatatkan waktu 25,802. Kategori Babe Driver, untuk pengemudi wanita dengan catatan waktu terbaik, dimenangkan oleh Mezara Annisa Kiani dengan waktu 24,066 detik. Kategori Accuracy untuk pengemudi dengan waktu yang paling mendekati target waktu bracket dimenangkan Brian dalam waktu 25,074 detik. Kategori Consistency diraih oleh Benny Aditya setelah mencatatkan waktu bracket time dengan selisih paling sedikit, yakni 22,946 detik di Heat 1 dan 22,890 detik di Heat 2.